Kamis, 29 April 2010

JAMBORE BUDAYA SERUMPUN INDONESIA –MALAYSIA TANAH DATAR AJANG MENINGKATKAN SILATURRAHMI DUA NEGARA SERUMPUN


YBHG. Dato’ Haji Kaharudin Bin Momin Ketua Pesuruhjaya Pengakap Negara Malaysia Mengatakan “Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia Tahun 2010, adalah ajang generasi muda dua negara rumpun melayu untuk saling memahami bahwa mereka itu bersaudara dan lahir dari akar budaya yang sama yakni bangsa melayu”.

Hal ini dikatakan Dato Kahar (red) didampingi Ketua Pesuruhjaya Pandu Putri Malaysia Datin Hjh. Zalilah dan Ketua Kontingen Pengakap Malaysia ke Jambore Budaya Serumpun Pagaruyung Dato Kade yang sehari-hari juga Ketua Pesuruhjaya Pengakap Negeri Sembilan, dalam musyawarat antara delelegasi Indonesia Panitia Penyelenggara Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia Tahun 2010 dipimpin Wakil Bupati Tanah Datar H. Aulizul Syuib dengan Para Pengakap Diraja Malaysia di Pejabat Persekutuan Pengakap Malaysia Sabtu 23 April 2010, dihadiri Penolong Pesuruh Jaya Pengakap Malaysia, 17 orang Ketua Pengakap Negeri Malaysia dan 9 Anggota Delegasi Indonesia ke Malaysia. Juga hadir utusan Duta Besar Ri di Kuala Lumpur Widdyarka Rivananta.

Disamping itu menurut Kaharudin, Jambore Budaya Serumpun ini disambut baik Persekutuan Pengakap Malaysia, hal ini dibuktikan dengan setiap Pengakap Negeri Malaysia akan mengirim delelegasinya ke helat akbar tersebut, sampai hari ini telah terdaftar sekitar enam ratus lima puluh orang pramuka usia 13-18 Tahun dan 300 orang pandu putri serta sekitar enam ratus orang Peserta Kunjungan Muhibah Keluarga Malaysia (KMKM) yang akan menginap dan tinggal di rumah-rumah penduduk (home stay-red) di Pagaruyung selama Jambore Berlangsung 8-12 Juni 2010. “Jumlah ini akan terus bertambah sampai batas akhir pendaftaran 15 mei mendatang”, tegas Dato Kahar lebih lanjut.

Ketua Panitia Pelaksana Jambore H. Aulizul Syuib dalam sambutannya mengatakan Persiapan Pelaksanaan helat Akbar Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia yang akan digelar pada tanggal 8 sampai dengan dua belas Juni 2010 mendatang telah memasuki persiapan akhir. Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia ini akan “memperkokoh hubungan Indonesia Malaysia” tegasnya, karena pada Jambore Budaya ini akan berkumpul 2500 orang Pramuka, Pengakap dan Pandu Putri di bumi Pagaruyung nan permai dan penuh nuansa sejarah itu.

Dikatakan, peserta Jambore terdiri 1100 orang Pramuka Indonesia, 1000 orang Pengakap Malaysia dan 400 orang Pandu Putri Malaysia disamping juga akan berkunjung sekitar 500 orang dewasa non pramuka yang akan hidup bersama masyarakat Pagaruyung untuk mengenal adat budaya tradisional yang masih dilakukan di Pagaruyung, yang tergabung dalam Kunjungan Muhibah Keluarga Malaysia (KMKM) yang “pulang kampung ke negeri asal” berkesempatan mengenal kembali sejarah dan budaya nenek moyangnya. Mungkin ada yang ingin merasakan pengalaman di bumi Minangkabau, memasak makanan tradisional Minangkabau, menyaksikan seni budaya anak nagari dan mengunjungi berbagai objek wisata.

H. Auliziul Syuib lebih jauh mengatakan Jambore Budaya Serumpun Indonesia – Malaysia adalah pertemuan generasi muda dua bangsa serumpun untuk saling menjalin keakraban dan persaudaraan. Selain melakukan kegiatan kepramukaan, panitia telah mempersiapkan acara-acara yang bernuansa budaya, justru itu diharapkan kepada Delegasi Pengakap Malaysia untuk mempersipakan berbagai seni budaya tradisi yang akan digelar di Jambore. Indonesia telah mempersiapkan berbagai penampilan seni tradisional Minangkabau, seperti Tari Piring di Atas Kaca, Tari Piring di Atas Telur, Tari Pasambahan, Lukah Gilo, Dabuih, Randai, Saluang Dendang, nyanyi Minangkabau dan Pacu Jawi. Semua dikemas dengan sangat menarik sehingga seluruh peserta jambore akan mengenal dan merasakan langsung seni budaya tradisional Minangkabau itu. Bahkan juga akan disuguhkan demonstrasi alat musik tradisional serta seni bela diri pencak silat beserta filosofinya.

Untuk melengkapi jambore budaya ini juga akan ditampilkan acara temu tokoh adat dan budaya Minangkabau sehingga seluruh peserta jambore dari dua negara dapat bertanya jawab tentang sistim Matrilineal (garis keturunan menurut garis ibu) dan filosofi-filosofi Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”. Kemudian juga akan digelar Seminar Internasional Dua Negara Serumpun yang akan menampilkan nara sumber dari tokoh-tokoh Nasional Indonesia dan Malaysia. Dari seminar tersebut diharapkan akan lahir pointer-pointer tentang hubungan baik kedua negara di masa datang, tidak ada lagi saling mencurigai, tidak ada lagi kesalahpahaman dan semua “berdiri sama tinggi duduk sama rendah” dalam pergaulan sehari-hari.

Tanah Datar yang dipercaya Kwarnas Gerakan Pramuka RI sebagai tuan rumah, telah siap dan bersungguh-sungguh menyukseskan Jambore budaya pertama di tanah air.Kunjungan ke Pengakap Malaysia ini, disamping memberikan report juga sekaligus menghimpun masukan-masukan dan ide-ide dari Pengakap Malaysia atas pennyelenggaraan iven ini. Semoga Dekat dimata dan dekat di hati menjadi kenyataan, Tegas Aulizul.
Ketua Pesuruhjaya Pandu Putri Malaysia Datin Hjh. Zalilah mengatakan “Memberikan sokongan sepenuhnya atas iven ini”, sekitar 300 orang pandu putri telah menyatakan untuk ikut. Sebenarnnya Pandu Putri dapat saja hadir lebih banyak namun karena bertepatan juga akan ada acara besar di Malaysia bersama Permaisuri Agung.
Duta Besar RI Kuala Lumpur diwakili Konsulat Informmasi Sosial dan Budaya Widyarka Ryananta dalam sambutannya menyatakan Kedutaan RI di Kualalumpur menyambut baik Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia ini, langkah positif yang diambil Pemerintah Indonesia melalaui Pemda Tanah Datar mengingat beberapa waktu belakangan terjadi mis informasi antar sesama generasi muda Indonesia Malaysia. (Dishubkominfo/ yusrizal_nd@yahoo.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dari kualalumpur Malaysia 230410).

Comments :

0 komentar to “JAMBORE BUDAYA SERUMPUN INDONESIA –MALAYSIA TANAH DATAR AJANG MENINGKATKAN SILATURRAHMI DUA NEGARA SERUMPUN”


Posting Komentar

Pengurus DKC Tanah Datar Masa Ke masa

Album Kenangan Kwarcab Tanah Datar