Rabu, 12 Oktober 2011

TANAH DATAR TERIMA PENGHARGAAN KWARCAB TERGIAT I SUMBAR



Gerakan Pramuka Kwarcab 04 Tanah Datar Menerima Penghargaan Kwarcab Tergiat I Sumatera Barat Tahun 2011.

Penghargaan tersebut Diserahkan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno kepada Bupati Tanah Datar, M. Shadiq Pasadigoe selaku Ketua Majelis Pembina Cabang (Kamabicab) Kwarcab 04 Tanah Datar pada Peringatan Hari Pramuka Ke-50 Kamis (29/9) di Lapangan Upacara depan Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Pada kesempatan itu, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan gerakan pramuka mempunyai peranan penting dalam mempersatukan bangsa dan negara, perekat berbagai suku bangsa, agama, dan kepercayaan serta membentuk karakter generasi muda.




"Pembentukan karakter yang tangguh bagi generasi muda sangat penting dalam menentukan nasib bangsa dan negara di masa depan generasi muda harus memiliki kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif serta mampu bekerja keras " tutur Irwan.

sementara usai penerimaan penghargaan Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pengurus kwarcab 04 Tanah Datar atas kerja keras telah melakukan kegiatan peserta didik, mengelola organisasi, kantor, manajemen dan keuangan, yang menjadi kriteria penilaian menjadi kwarcab tergiat.


“Kwarcab 04 tanah datar selalu melaksanakan kegiatan peserta didik berupa pelaksanaan jambore, raimuna, wirakarya, kerjabakti, penghijauan, lomba tingkat, melaksanakan kegiatan pada hari-hari besar terutama hari pramuka. selain itu juga pelatihan kursus mahir dasar (kmd), dan lanjutan (kml),ungkap Bupati.




Hadir menyaksikan penyerahan umbul-umbul kwarcab tergiat I tersebut Kakwarcab 04 Tanah Datar, Drs. Aulizul Syuib, Wakil ketua Alfian Jamrah,dan pengurus Kwarcab Tanah Datar.

Kwarcab 04 Tanah Datar memperoleh penghargaan kwarcab tergiat I dengan nilai 1.922 berdasarkan Surat Keputusan Kakwarda 03 Sumbar no.20 tahun 2011. Kemudian disusul kwarcab tergiat II dengan nilai 1.454 direbut oleh Kwarcab Kota Padang, dan Kwarcab tergiat III dengan nilai 1.450 diterima Kwarcab Kota Solok.


Pada kesempatan itu juga diserahkan penganugerahan tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti kepada Waka Kwarcab Tanah Datar, Suryanasukma berdasarkan Surat Keputusan Kwarnas no. 111 tahun 2011serta tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa diberikan kepada Kapusdiklat Kwarcab Tanah Datar, Syafrizal, Wakil Sekretaris Agusnir, Pembina Gudep Asrizal, dan staf Kwarcab Nasrul Untung. Humas- Heri/Hadi/Irfan.
read more “TANAH DATAR TERIMA PENGHARGAAN KWARCAB TERGIAT I SUMBAR”

Kamis, 18 Agustus 2011

Tak Ada "Harry Potter", Tonton Saja "5 Elang" dan "Garuda di Dadaku II"


JAKARTA, KOMPAS.com -- Sukses dengan film keluarga Garuda di Dadaku yang meraup sekitar 1,3 juta penonton pada 2009 lalu, SBO Film akan menyuguhkan film 5 Elang dan sekuel Garuda di Dadaku II, yang dapat dinikmati pada libur lebaran dan libur akhir tahun ini.
Sebagai wujud komitmen tentang film keluarga, SBO bersama Kompas Gramedia Production, Gerakan Pramuka Kwartir Nasional, Indika Pictures, MP Entertainment, dan Lynx Film berupaya mengemas petualangan dan persahabatan berlatar belakang Pramuka ke layar lebar.
Menurut produser Shanty Harmayn, 5 Elang bisa menjadi tontonan alternatif yang tak kalah serunya dengan film Hollywood. "Kita setiap libur pasti ketemu dengan Hollywood blockbuster," jelas Shanty dalam jumpa pers di The3House Kuningan Village, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011).
"Kalau film anak seperti Harry Potter itu kan film anak dari negara lain dengan bahasa lain. Ini cerita mengenai anak-anak Indonesia, mengenai dunia mereka," lanjutnya.
Penulis skenario Salman Aristo yang didapuk mengarahkan kisah petualangan lima sahabat di hutan belantara Balikpapan, Kalimantan Timur itu menjamin 5 Elang akan mempunyai cerita yang berbobot. "Ini bercerita tentang anak yang dibawa ke dunia baru, sampai dia bilang 'enggak butuh Pramuka', pada awalnya dia bilang begitu. Tapi ini akan menggambarkan value persahabatan," urai Salman.
"Yang pasti nilai persabatan, itu tema yang membuat saya paling berkesan. Nilai persahabatan itu yang suatu saat jadi cerminan bagi mereka, ini nilai survival bagaimana bertahan hidup di medan seperti itu. Pada akhirnya ini bukan (kisah) Pramuka biasa," kata Rudi Soedjarwo, sutradara 5 Elang.
Tak kalah serunya dengan 5 Elang, aksi Bayu mengolah si kulit bundar akan kembali di sekuel Garuda di Dadaku II. "Garuda di Dadaku ini cerita tentang kegemaran sepakbola," kata Shanty.
Kisah Bayu di Garuda di Dadaku II diakui Rudi akan mengalami peningkatan muatan cerita. "Garuda di Dadaku akan bercerita tentang Bayu dan problem-problemnya di Timnas, lalu bagaimana dengan Heri (sahabat Bayu yang duduk di kursi roda). Apalagi di sana ada sahabat baru, tim baru, pelatih baru. Ini akan lebih ke sport drama," kata Rudi.
Penasaran dengan kedua film tersebut? "Rencana (5 Elang) tayang pada liburan Idul Fitri, jadi kami mulai di seminggu sebelum liburan Idul Fitri. Sedangkan Garuda di Dadaku rencananya pada liburan akhir tahun nanti," tuntas Shanty.
read more “Tak Ada "Harry Potter", Tonton Saja "5 Elang" dan "Garuda di Dadaku II"”

Rudi Soedjarwo Jatuh Hati kepada Pramuka


JAKARTA, KOMPAS.com -- Karena membuat film Lima Elang, sutradara Rudi Soedjarwo jatuh hati kepada dunia Pramuka, yang sebelumnya tak pernah disentuhnya. .
"Gila ya Pramuka. Saya baru sadar, semua elemen yang dibutuhkan untuk pendidikan anak ada di situ. Outdoor, leadership, persahabatan, team work. Plus, satu yang benar-benar enggak ada di kegiatan lain, Pramuka mengajarkan nasionalisme," ujar Rudi, yang baru saja membuat film bertema dunia Pramuka, Lima Elang.
Padahal, sebagaimana diungkapkan oleh Rudi, baru pertama kali ini lah ia bersentuhan langsung dengan dunia Pramuka. "Di film itu, dari pembuatan naskah sampai produksi melibatkan konsultasi dengan nara sumber dari Gerakan Pramuka," ujar Rudi lagi.
Sewaktu kecil, Rudi memang tidak menjadi anggota Pramuka. "Saya ini pemalu sebetulnya. Enggak PD (percaya diri) dan minder. Betul! Saya dulu hobi latihan karate. Saya baru berani dan lancar berbicara di depan umum ketika saya sudah kuliah. Tambah lancar karena film," terang Rudi.
Kini, dengan menjadi sutradara Lima Elang, Rudi melihat bahwa elemen lengkap yang dimiliki oleh Pramuka dan diberikan kepada para anggotanya sejak masih berusia kanak-kanak bisa menjadi modal penting bagi mereka untuk membina kehidupan sosial di masa depan.
"Kalau dari kecil diarahkan, nanti dewasanya terbiasa pandai dan percaya diri dalam bersosialisasi. Misalnya, dalam berbicara, meski enggak ngerti apa yang diomongkan, kalau PD dan bisa membawakan, ya punya nilai lebih sendiri," sambungnya. "Ternyata pramuka enggak membosankan seperti yang saya bayangkan. Rekomendasi deh buat anak saya, he he he," tutupnya.
read more “Rudi Soedjarwo Jatuh Hati kepada Pramuka”

Rudi Sodjarwo Lebih Hati-hati di "5 Elang"


JAKARTA, KOMPAS.com -- Mengarahkan sekitar seribu pemain dari kalangan anak-anak, Rudi Soedjarwo, sutradara film "5 Elang", mengaku ekstra berhati-hati agar bisa tetap menjaga mood para pemainnya.
"Kalau sama anak kecil harus hati-hati, mereka harus diperlakukan dengan tepat. Salah sedikit mood mereka bisa hilang," kata Rudi dalam jumpa pers di kawasan Kuningan Village, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011) malam.
Rudi yang terkenal "galak" kepada pemainnya, kali ini dituntut bersabar menghadapi para pemain cilik seperti Christoffer Nelwan, Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, Teuku Rizky Muhammad, Bastian Bintang Simbolon, dan Monica Sayang Bati.
Sebagai seorang ayah, Rudi tentu paham betul bagimana harus memperlakukan bintang-bintang cilik itu di lokasi shooting. "Untung saya sudah punya anak istri, jadi tahu kapan harus bersikap tegas. Saya harus bisa berkomunikasi baik dengan mereka," ujar Rudi.
"Kalau saya shooting 5 Elang saya belum punya anak mungkin saya enggak sabaran. Masalah kesabaran itu ternyata sudah alami," lanjutnya.
Walau demikian, bagi Rudi shooting 5 Elang termasuk mudah dibandingkan dengan film-film sebelumnya yang pernah diproduksinya. "Yang aku heran aku sudah berapa belas film, tapi ini yang paling enteng, enggak ada beban, seperti main saja. Seru banget, nikmat luar biasa, makan enak, selama sebulan itu saja," kata Rudi.
read more “Rudi Sodjarwo Lebih Hati-hati di "5 Elang"”

Pramuka Lebih Seru daripada Facebook-an?


JAKARTA, KOMPAS.com -- Sutradara Rudi Soedjarwo kembali menghadirkan sebuah film dengan kisah persahabatan. Setelah film 9 Naga, bersama Shanty Harmayn, Salman Aristo, Kemal Arsjad, yang bertindak sebagai produser, ia menyuguhkan kisah itu lewat film 5 Elang.
Alkisah, Baron, bocah asal Metropolitan itu, sangat kesal ketika harus mengikuti orangtuanya, yang ditugaskan ke Kalimantan Timur. Keputusan itu membuatnya menutup diri. Namun, karena suatu hal ia pun diminta pihak sekolah untuk ikut ambil bagian dalam sebuah kegiatan kepramukaan. Awalnya, ia tak begiu tertarik dan memilih permainan balap mobil-mobilan RC (rally car) sebagai mainan utamanya, kini mulai dia tinggalkan.
Dari kegiatan itu, ternyata ia bisa menemukan sahabat baru dan berpetualang bersama menggali ide kreatif melebih dari hanya sekadar asyik sendiri memegang remote control.
Petualangan demi petualangan yang memacu adrenalin bocah-bocah hadir di acara kegiatan perkemahan itu disuguhkan Rudi begitu apik.
Film bergenre keluarga produksi SBO Films bekerjasama dengan KG (Kompas Gramedia) Production, Majalah Bobo, Indika Picture, dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini rencana tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Agustus 2011. Grup 5 Elang memang kompak, tak hanya saat produksi film, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dari kelima elang--Christoffer Nelwan (Baron), Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan (Rusdi), Teuku Rizky Muhammad (Anton), Bastian Bintang Simbolon (Aldi), dan Monica Sayangbati (Sindai)--hanya Monica yang sebelumnya pernah mengenyam proses shooting.
Keempat sisanya baru pertama kali ini lewat film 5 Elang beradu akting. Kelimanya masih anak-anak, mengenyam pendidikan sekolah dari SD sampai SMP. Masihkah Anda ingat, ketika zaman-zamannya duduk di bangku SD-SMP dulu, setidaknya kegiatan pramuka merupakan salah satu aktivitas yang wajib dilakukan, berbeda dengan sekarang.
"Jujur saya belum pernah, sekolah memang nggak ada pramukanya. Sempet nggak tahu ada pramuka, he-he-he," papar Christoffer, saat jumpa pers di kawasan Thamrin, Jakarta, beberapa saat lalu. Begitu pula dengan Monica yang menjawab serupa dengan Christoffer. "Jujur, memang ikut pramuka di sekolah," lanjut Iqbaal yang berperan sebagai Rusdi, si maniak pramuka.
Berlainan dengan Christoffer dan Monica, Iqbaal bersama dengan Teuku mengikuti kegiatan pramuka secara rutin di sekolahnya. Namun tidak dengan Bastian, meski di sekolah ada pramuka, dirinya dengan polos menerangkan, "Latihan di sekolahnya suka nggak ikut, he-he-he".
Pengakuan-pengakuan seperti inilah menjadi cikal-bakal pengelolaan hidup-mati pramuka di masa mendatang. Seperti dikatakan oleh Kodrat Pramudho, Wakil Ketua Kwarnas Pramuka Bidang Humas dan Informatika, peringatan usia emas gerakan pramuka disatukan oleh Soekarno tahun 2011 ini seolah mendapat kenyataan dilematis perihal eksistensi pramuka.
Meski sekarang anggota pramuka di Indonesia terbanyak di dunia, sebanyak 22 juta orang, apakah benar semangat berpramuka seindah dengan jutaan angka pengikutnya? "Karenanya lewat film ini, harapannya pramuka menjadi semakin mandiri. Dalam rangka lima puluh tahun, semoga pramuka semakin dipahami betul oleh masyarakat. Gerakan pramuka mendidik kaum muda berkarakter, cinta tanah air, berketerampilan," tutur Kak Kodrat.
"Pramuka ternyata nggak sebosan yang dibayangkan. Pramuka juga bersosialisasi juga," timpal Christoffer yang mengaku bahwa dirinya baru pertama kali terlibat pramuka saat shooting film 5 Elang. Bahkan, Bastian yang jarang ikut pramuka di sekolahnya meresponnya balik dengan celetukan, "Pramuka itu lebih seru daripada facebook-an".
Pendidikan pramuka memang mendapatkan tantangan besar di usia emasnya berkaitan dengan eksistensinya. Padahal, pramuka sendiri sudah ada cikal bakalnya di Indonesia hampir seratus tahun lalu ketika pertama ada di tahun 1912. Pramuka memang tak seasyik menjadi populer lewat facebook, twitter atau wadah kontak sosial di ruang maya lainnya.
Tapi, lewat pramuka, wadah ruang gerak ranah sosial menjadi lebih terbuka berupa kontak antarmanusia secara langsung dengan mengedepankan pendidikan berkarakter (kejujuran, kerjasama tim, berorganisasi, empati, pengorbanan), dan berketrampilan (menuangkan ide kreatif melalui materi objek), plus cinta tanah air (lebih peka terhadap beragam permasalahan sosial di lingkungan sekitar).
read more “Pramuka Lebih Seru daripada Facebook-an?”

Rabu, 09 Maret 2011

SAMBUTAN KETUA DEWAN KERJA CABANG GERAKAN PRAMUKA TANAH DATAR PADA MUSYAWARAH PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA PUTERI PUTRA TAHUN 2011 SELASA, 08–03-2011

Bismillahirrahmanirrajiim,
Assalamu’alaikum wr, wb
Salam pramuka !

Yang terhormat ;
 Kakak ketua kwartir cabang gerakan pramuka 04 tanah datar
 Kakak-kakak pengurus kwartir cabang gerakan pramuka 04 tanah datar
 Kakak-kakak pengurus dewan kerja cabang gerakan pramuka 04 tanah datar
 Kakak-kakak panitia dan sangakerja musppanitera 2011
 Kakak-kakak peserta musppanitera 2011

Sebagai umat yang beragama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat allah swt, yang selalu melimpahkan rahmat dan karunia-nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita telah dapat melaksanakan kegiatan acara musppanitera tahun 2011. Semoga kegiatan ini akan menjadi momen yang lebih baik bagi dewan kerja cabang gerakan pramuka 04 tanah datar. Dan mudah-mudahan tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan upaya dan usaha yang kita lakukan, amin. Dan tidak lupa shalawat beserta salam kita sampaikan kepada allah swt untuk di sampaikan kepada nabi besar muhammad swt yang telah mencurahkan segenap kehidupannya demi kesejahteraan umat manusia.

Kakak pengurus kwartir cabang tanah datar dan peserta musppanitera yang berbahagia

Lahirnya gerakan pramuka, telah melewati suatu proses yang cukup panjang yang menuntut keteguhan hati, kebesaran jiwa, saling mengerti, konsisten terhadap tujuan mulia gerakan kepanduan, dengan sasaran yang cukup mendasar yaitu mendidik dan membina generasi muda agar menjadi manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bermoral tinggi, beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berjiwa pancasila dan menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta ikut serta bertanggung jawab atas perkembangan bangsa dan negara.

Semangat persatuan dan kesatuan, patriotisme, kesetiakawanan,bergotong royong dan kebersamaan yang dimiliki gerakan pramuka tersebut dimanifestasikan kedalam kode kehormatan try satya dan dasa darma.

Kakak-kakak yang saya hormati,

Latar belakang pembentukan dewan kerja gerakan pramuka adalah gerakan pendidikan yang memiliki unsur pendidik dan peserta didik. Dalam kepanduan , yang tumbuh sebelum gerakan pramuka, terdapat pengurus-pengurus dari berbagai tingkatan yang diantaranya menempatkan suatu wadah bagi peserta didik dalam berlatih mengelola organisasinya untuk mencapi tujuan pendidikan kepanduan. Kebutuhan akan wadah pembinaan yang khusus bagi pramuka penegak dan pandega didasarkan atas,
1. Keyakinan adanya suatu system pembinaan yang berlaku dalam cara mendidik pramuka penegak dan pandega yaitu adanya konsep dari, oleh, dan untuk pramuka penegak dan pandega dengan bimbingan orang dewasa.
2. Kesadaran adanya kebutuhan bahwa pendidikan yang di selenggarakan bagi pramuka penegak dan pandega selain untuk pengembangan kemampuan dirinya secara pribadi juga untuk kaderisasi bagi pemimpin gerakan pramuka di masa mendatang.

Keterlibatan peserta didik usia pramuka penegak dan pandega pada awalnya dilaksanakan dalam batas turut membantu tugas-tugas menangani kegiatan yang berlangsung di kwartir, hal ini berlangsung sampai dengan tahun ke-6 usia gerakan pramuka. Perkembangan awal tersebut merupakan langkah penting yang diambil oleh kwartir mengingat pengecualian hak dan tanggung jawab bagi pramuka penegak dan pandega yaitu adanya peserta didik yang juga dilibatkan dalam pengelolaan kwartir. Sementara pada saat awal berdirinya gerakan pramuka hak dan tanggung jawab antara peserta didik dan orang dewasa masih dipisahkan dengan tegas, diantaranya pengelolaan kwartir adalah hak dan tanggung jawab orang dewasa.

Sejarah terbentuknya dewan kerja diawali dengan keputusan muker anpuda iii tahun 1966 yang menyatakan di tingkat kwartir perlu dibentuk wadah pembinaan dewan kerja yang mempunyai fungsi mengelola pramuka penegak dan pandega. Secara nasional, dewan kerja terbentuk melalui pertemuan pramuka penegak dan pandega puteri putera nasional ke 1 (perppanitera nasional) yang diselenggarakan di bogor pada tanggal 20-27 agustus 1969 bertempat di desa cimanggis, kecamatan cimanggis, kabupaten bogor-jawa barat. Salah satu tujuannya membentuk “dewan kerja pramuka penegak dan pandega nasional”. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan “musyawarah kerja “ yang membahas tata kerja dan pengorganisasian dalam penggerakan pramuka penegak dan pandega, serta memilih kepengurusan dewan kerja pramuka penegak dan pandega nasional. Pada saat itu beberapa kwartir daerah telah memiliki wadah pembinaan seperti dewan kerja tetapi belum secara nasional diatur keberadaannya. Baru kemudian melalui pertemuan pramuka penegak dan pandega puteri-putera nasional ke 1 (perppanitera) diperoleh kesepakatan membentuk badan yang mengelola pramuka penegak dan pandega dalam kwartir yang disebut dewan kerja pramuka penegak dan pandega.

Dalam perppanitera nasional i yang diselenggarakan oleh dewan kerja pramuka penegak dan pandega dengan bimbingan andalan nasional disepakati bahwa untuk pengelolaan pramuka penegak dan pandega tidak diadakan pemisahan antara peserta didik putera dan puteri. Dasar pemikiran tidak diterapkannya system satuan terpisah dalam pengelolaan pramuka penegak dan pandega mengingat bahwa dewan kerja merupakan satuan gerak bukan satuan bina sekaligus disesuaikan dengan kebijakan nasional tentang pengorganisasian pengurus gerakan pramuka bahwa hanya ada satu organisasi gerakan kepanduan di indonesia. Tidak ada organisasi gerakan kepanduan putera saja atau puteri saja. Dalam perkembangannya, tata cara pengorganisasian dewan kerja telah dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan kepengurusan dewan kerja, yang disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. Perubahan dalam setiap penyempurnaan tentang dewan kerja terutama dilakukan pada penekanan akan tugas, fungsi dan tanggung jawab, serta kedudukan dewan kerja di kwartir, yang pada dasarnya berkaitan dengan prinsip akan kedudukan dewan kerja sebagai peserta didik.
Anggota dewan kerja penegak dan pandega putera dan puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh musyawarah penegak dan pandega putera dan puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh ketua kwartir yang bersangkutan. Masa bakti dewan kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. Apabila ketua dewan kerja pramuka terpilih seorang putera, maka harus dipilih seorang puteri sebagai wakil ketua atau sebaliknya. Ketua dan wakil ketua dewan kerja pramuka adalah andalan yang membidangi ke dewan kerjaan
Kakak-kakak pengurus kwartir cabang gerakan pramuka yang kami hormati,
Kakak-kakak pramuka penegak dan pandega yang kami bangakan,

Perjuangan belum selesai kawan! Kebersamaan yang telah kita bina dipengunjung pengabdian kami sebagai dkc 2006-2011, disaat perhelatan akbar musppanitera kita yang digelar pada harini kembali melahirkan beberapa amanah yang tidak ringan. Tantangan semakin besar, mengharuskan kita memutar otak untuk menyumbangkan yang terbaik dari kita untuk nusa dan bangsa.

Kita pramuka penegak dan pramuka pandega adalah pemuda, tahukah kakak-kakak betapa pentingnya peranan pemuda dalam masyarakat ? Pemuda sangan penting dalam kehidupan masyarakat karena pemuda bisa meneruskan kelakuan baik dimasyarakan ataupun dibangsa .

Masyarakat membutuhkan peran serta pemuda untuk kemajuan bersama. Pemuda adalah tulang punggung masyarakat. Generasi tua memilki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi muda harus mengambil peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat menyala-nyala dan tekad yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima perubahan yang dinamis pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat. Sejarah membuktikan, bahwa perubahan hampir selalu dimotori oleh kalangan muda. Sumpah pemuda, proklamasi, pemberantasan pki, lahirnya orde baru, bahkan peristiwa turunnya diktator soeharto dari singgasana kepresidenan seluruhnya dimotori oleh kaum muda. Kaum muda pula yang selalu memberikan umpan balik yang kritis terhadap pongahnya kekuasaan.

Ini menunjukkan bahwa pemuda memegang peranan yang sangat besar di dalam proses perubahan dan pertumbuhan serta perkembangan suatu masyarakat. Meskipun demikian, fakta menunjukan bahwa tidak semua pemuda memiliki semangat juang yang positif. Maraknya penggunaan narkoba serta penyalahgunaan obat-obat bius lainnya memaksa kita untuk menyadari bahwa banyak sekali yang harus dilakukan untuk membina kaum muda agar energinya yang sangat banyak tersalur kepada hal-hal yang positif. Dengan demikian, dibutuhkan pembinaan yang intensif terutama pembinaan moral agar pemuda memiliki rasa tanggung jawab untuk membangun serta berjuang untuk kemakmuran rakyat, tidak hanya untuk kepentingan pribadinya. Pembinaan dan pendidikan juga terutama ditujukan pada tumbuhnya kesadaran karna tugas manusia sebagai khalifah tuhan di dunia dan dan sebagai individu yang harus berserah diri kepada allah swt.

Program yang menerapkan agar pemuda berjiwa mandiri, bertindak tangkas, berani karena benar, dan mendidik agar memelihara kesatuan, semua itu ada di gerakan pramuka, kakak-kakak bisa lihat pada try satya dan dasa darman gerakan pramuka. Kita para pemuda yang telah memilih untuk ikut bergabung di gerakan pramuka ini sudah melakukan pilihan yang tepat. Karena gerakan pramuka banyak melahirkan pemimpin-pemimpin di negeri ini. Salah satunya kita bisa melihat para senior kita yang pernah aktif di gerakan pramuka tanah datarr diantarnya
 Kakak doni frengky dulu pernah menjabat sebagai ketua dkc tanah datar sekarang beliau menjadi polisi di polres tanah datar
 Kakak anton yodra dulu juga menjabat sebagai ketua dkc tanah datar sekarang menjadi toko pemuda di tanah datar
 Kakak bambang herianto juga pernah menjadi ketua dkc tanah datar dan sekarang menjadi pegawai negeri di pemda tanah datar
 Kakak naswardi juga merupakan ketua dkc tanah datar periode sebelum kami sekarang beliau aktif di toko pemuda muhammaddya dan lembaga perlindungan anak indonesia.

Itu sebagain kecil contoh-contoh keberhasilan dari pembianan yang dilakukan oleh gerakan pramuka, keberhasialan dewan kerja cabang gerakan pramuka tanah datar periode 2006-2011 tidak lepas dari arahan dan binanaan para senior dan andalan gerakan pramuka tanah datar. ” mancalik contoh ka nan sudah, mancalik tuah ka nan bana”

Kakak-kakak yang berbahagia,

Selama kami menjabat sebagai pengurus dewan kerja cabang gerakan pramuka tanah datar, mungkin banyak tingkah laku dan sikap kami yang kurang baik dan sopan terhadap kakak-kakak di kwartir cabang gerakan pramuka tanah datar. Melalui kesempatan ini izin kan saya mewakili pengurus dewan kerja cabang gerakan pramuka tanah datar menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya kepada kakak-kakak semuanya. Didikan kakak-kakak yang keras terhadap kami, itu merupakan penyemangat bagi kami dalam berkerja untuk mencapai tujuan yang maksimal. Sedikit pun kami tidak akan dendam, dan tidak akan melupakan jasa-jasa kakak dalam mendidik dan membina kami sehinga kami menjadi orang-orang yang memiliki keperipadian, kemandiran dan kekuatan dalam menjalani hidup ini serta menghadapi tantang di masa depan.

Terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua yang telah membantu kami menyelesaikan amanah yang kami emban, tidak perlu memicingkan mata.... Bawah prestasi telah kami ukir dimasa kejayaan,... Namun tidak pula kami mengelak dari amanah yang diembankan kepada kami masih ada ayng belum dapat kami persembahkan.
Kami berharap kepada dkc yang akan datang dapat mengambil contoh dari sedikit kebaikan yang kami lakukan... Dan dengan semangat yang tinggi, beribu harapan menunggu karya terbaik dai insan-insan terbaik di tanah datar, tantangan semangkin berat, badai semakin dahsyat. Alam takambang jadi guru. Kakak-kakak pengak dan pandega, kita harus ingat bawah semangat muda adalah semangat perubahan “untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yang mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan dan bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa kita bisa. Semua tantangan itu akan dapat teratasi.”
Akhir kata pada kesmpatan yang berbahagia ini, perkenankan saya mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, semoga tuhan yang maha esa mengaruniakan kekuatan bagi kita sekalian. Dalam meneruskan bakti bagi agama, negara dan bangsa sesuai motto gerakan pramuka ” satyaku kudarmakan darmaku kubaktikan”
Wassalammualaikum w.w
Salam pramuka


Batusangkar, 08 maret 2011
Dewan kerja cabang
Gerakan pramuka tanah datar
Ketua



Yhohannes noeldy
read more “SAMBUTAN KETUA DEWAN KERJA CABANG GERAKAN PRAMUKA TANAH DATAR PADA MUSYAWARAH PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA PUTERI PUTRA TAHUN 2011 SELASA, 08–03-2011”

KWARCAB GERAKAN PRAMUKA 04 TANAH DATAR ADAKAN MUSCAB

Kwartir Cabang 04 Gerakan Pramuka Kabupaten Tanah Datar melaksanakan Musyawarah Cabang, Rabu (09/02) di Aula Kantor Bupati Pagaruyung Tanah Datar.

Muscab tersebut, sebagaimana biasanya, melaksanakan acara penyampaian pertanggungan jawaban pegurus lama, pengesahan Tatip, pemilihan Kakwarcab periode tahun 2011-2016 dan penetapan rencana kerja Kwarcab 04 Tanah datar kedepan.

Hadir dalam acara pembukaan Muscab Pramuka 04 Tanah Datar, Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis, Wakwarda, Sultani Wirman, Para Wabi Saka, Kakwaran se Tanah Datar serta seluruh Pengurus Kwarcab. Tanah Datar.

Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis dalam sambutannya mengatakan, gerakan Pramuka sangat besar perannya dalam membentuk watak danb karakter bangsa, membina samangat juang generasi untuk lebih maju oleh sebab itu kedepan agar lebih dimajukan.

wabup mengharapkan Muscab berjalan dengan baik, kalau forum sepaakat hendaknya Kak H. Aulizul Syuib agar berkenan mencalonkan kembali sebagai Kakwarcab, karena kepemimpinan beliau selama ini sangat signifikan memajukan gerakan Pramuka di Tanah Datar

Hasil Muscab juga diharapkan akan melahirkan rencana kerja gerakan pramuka kedepan yang lebih baik yang akan membawa Kwarcab 04 Tanah Datar kepada gerakan Pramukan yang lebih maju maju.(Humas-Yuldaveri)
read more “KWARCAB GERAKAN PRAMUKA 04 TANAH DATAR ADAKAN MUSCAB”

H. AULIZUL SYUIB KEMBALI TERPILIH SEBAGAI KAKWARCAB TANAH DATAR

H.Aulizul Syuib kembali terpilih sebagai Kakwarcab Gerakan Pramuka 04 Tanah Datar periode tahun 2011 setelah terpilih pada acara pemilihan Kakwarcab dalam Muscab yang terselenggara dengan tertib, Rabu (9/2) kemaren di Aula Kantor Bupati Tanah Datar.

Muscab Kwarcab Pramuka Tanah Datar, yang dibuka secara resmi Wakul Bupati, H. Hendr Arnis dihadiri Kakwarda yang diwakili Sultani Wirman, telah melaksanakan rangkaian kegiatan seperti penyampaian Pertanggungan jawaban pengurus lama, pengesahan Tatip siding pemilihan ketua dan rencana kerja lima tahun kedepan.

Pada proses pemilihan Ketua Kwartir Cabang ternyata yang muncul hanya satu kandidat saja , karena dari 14 Kwaran yang menyampaikan pemandangan umum hanya mencalonkan H. Aulizul Syuib sebagai Kakwarcab.

Pemerintah Tanah Datar sangat mendukung terpilihnya kembali H.aulizul Syuib kembali mencalonkan diri untuk dipilih yang kedua kalinya sebagai Kakwarcab Gerakan Pramuka 04 Tanah Datar, sebagai mana yang disampaikan Wakil Bupati, H. Hendri Arnis pada acara pembukaan, mengharapkan Kak Cun kembali mencalonkan diri.

Terpilihnya H. Aulizul Syuib kembali sebagai Kakwarcab Tanah Datar memang sudah diprediksi sebelumnya, melihat dari keinginan dan harapan masyarakat, hal itu sudah merupakan hal yang wajar dan pantas mengingat kemajuan gerakan Pramuka di Tanah Datar dibawah kepemimpinan Kak Cun.

Kenapa tidak, selama ini di Tanah datar boleh dikatakan gerakan Pramuka tidak terlalu menonjol dari kegiatan dan prestasinya, namun lima tahun berlalu, Kwarcab Tanah Datar melakukan gebrakan secara signifikan, terbukti dengan terpilih nya Tanah datar sebagai Kwarcab tergiat kedua berturut-turut 3 kali.

Tidak itu saja, bahkan Tanah Datar telah mampu mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia melalui Gerakan Pramuka, antara lain sukses melaksanakan age3lang Ajar Tingkat Nasional, melaksanakan iven Internasional, Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia, yang dihadiri petinggi Negara Malaysia dan Indonesia.(Humas-Yuldaveri)
read more “H. AULIZUL SYUIB KEMBALI TERPILIH SEBAGAI KAKWARCAB TANAH DATAR”

Selasa, 25 Januari 2011

KWARCAB TANAHADATAR ADAKAN LATIHAN GLADIAN PIMPINAN REGU


Kwartir Cabang 04 Gerakan Pramuka Tanahdatar menggelar Latihan Gladian Pimpinan Regu (Pinru) di Bumi Perkemahan Komplek Istano Basa Pagaruyung, 20-23 Januari 2011 dibuka resmi Bupati Tanah Datar.

Peserta sebanyak 217 orang yang berasal dari utusan Pramuka Penggalang (tingkat SLTP) dan Gugus Depan (tingkat SD) pada 14 Kwartir Ranting (Kwaran) Kecamatan se-Tanahdatar

Bupati, M. Shadiq mengingatkan Latihan Gladian Pimpinan Regu ini, sangat penting dalam meningkatkan prestasi generasi muda sejak usia dini demi kemajuan bangsa dan negara dimasa yang akan datang

Program Latihan Gladian Pinru ini juga menjadi ajang seleksi menghadapi Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka di Kota Palembang pada 2011. Tambah M.Shadik, selaku Kamabicab Kwarcab gerakan Pramuka Tanahdatar

Ditekankan, latihan ini hendaknya dapat menciptakan aktifitas yang kreatif,produktif, edukatif dan inovatif serta rekreatif. Disamping memupuk jiwa kemandirian,kepemimpinan, persaudaraan dan bakti Pramuka pada masyarakat. (Humas-ydv)
read more “KWARCAB TANAHADATAR ADAKAN LATIHAN GLADIAN PIMPINAN REGU”

Jumat, 12 November 2010

RI - Malaysia Membangun Diplomasi Budaya Dari Sudut Pandang Kesejarahan




Dr. Prudentia MPSS
Anggota EPG Indonesia/Dosen dan Peneliti UI
Indonesia dan Malaysia (serta Singapura) pernah memiliki perjalanan sejarah dan pengalaman budaya yang sama pada masa lalu. Sampai dengan Traktat London tahun 1824, kedua negara berada dalam wilayah kerajaan yang bernama Melayu. Beberapa sumber penting seperti yang dikatakan oleh Petrus van der Worm, Valentijn dan W. Marsden pada abad ke-17 dan 18 menyebutkan bahwa asal Melayu adalah Sumatera pantai timur bagian tengah atau selatan yang kemudian menyebar ke Tanah Semenanjung.
Berbeda dengan pendapat tersebut, James Collins yang mendasarkan pendapatnya dari sudut kebahasaan, mengatakan asal Melayu berasal dari Kalimantan Barat. Terlepas dari perbedaan tersebut, pada hakekatnya Indonesia dan Malaysia adalah satu: Sultan Abdul Jalil di Johor memiliki kekuasaan sampai ke wilayah Lingga; Sultan Mahmud yang berkuasa di Siak adalah juga Sultan yang menjadi raja di Johor.
Wilayah kerajaan Melayu telah berjaya selama beberapa abad sampai kemudian dibuat perjanjian oleh Belanda dan Inggris untuk mengadakan pembagian hak kekuasaan wilayah dalam Traktat London tahun 1824 yang memisahkan wilayah kerajaan ini menjadi wilayah yang kemudian bernama Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Lingga di Indonesia menjadi sebuah kecamatan dan bukan lagi kerajaan; Temasik menjadi Singapura; Riau dan Kepulauan Riau menjadi provinsi bukan sebuah negara seperti halnya Malaysia.
Perjalanan ‘kemelayuan’ di Indonesia dan Malaysia kemudian berubah. Melayu di Malaysia menjadi pernyataan politik, sedang di Indonesia adalah pernyataan budaya. Sebagai sebuah pernyataan politik, Melayu adalah berbudaya Melayu, berebahasa Melayu dan beragama Islam, Melayu merupakan penanda yang dikekalkan di Malaysia.
Di Indonesia secara politis, pernyataan tersebut meski diterima sebagai sebuah kenyataan, khususnya oleh sebagian besar masyarakat di wilayah Melayu di Sumatera Timur, Riau dan Kepulauan Riau, tetapi masih terdapat ruang bebas untuk memasukkan Melayu yang ‘lain’, seperti Melayu Betawi, Melayu Sambas, Melayu Banjar, Melayu Ambon, Melayu Flores (Lamatera) dan Melayu Papua (Raja Ampat). Kesimpulan yang didapatkan dari Seminar Revitalisasi Budaya Melayu (RBM) di Tanjung Pinang pada 2004, menyebutkan kemelayuan sebagai sebuah pluralitas yang religius dan bersifat terbuka memperkuat perumusan Melayu di Indonesia sebagai konsep budaya.
Dalam perjalanannya menjadi Malaysia seperti sekarang, berbagai suku yang ada di Indonesia (Bugis, Jawa, Aceh, Minang) berperan dalam pembentukan masyarakat ‘Melayu’, bahkan beberapa sultan Malaysia berasal dari wilayah Indonesia. Begitupun perkembangan masyarakat budaya di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh diaspora Melayu ini yang melibatkan perjalanan sejarah genealogis dan psikologis kedua bangsa.
Dalam hal lainnya, sampai sekitar tahun 1980-an, Malaysia banyak meminta bantuan pendidik dan tenaga ahli dari Indonesia untuk memperkuat bidang pendidikan di negeri ini. Di bidang hiburan, kita masih dapat mengingat kedekatan kedua bangsa, misalnya melalui siaran bersama dalam bidang seni budaya yang dilakukan dengan mesra seperti yang terlihat dalam acara ‘Titian Muhibah’ di televisi kedua negara.
Hal-hal yang mengeratkan pemahaman yang mendalam mengenai kedua negara secara khusus telah dilakukan oleh pihak Malaysia dengan memasukkan dalam kurikulum nasionalnya pemahaman mengenai karya-karya sastra dan sejarah Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaannya sampai sekitar tahun 80-an.
Ikatan genealogis, sejarah dan budaya seperti tersebut di atas, meski juga diwarnai dengan peristiwa ‘konfrontasi’ dan ketegangan lain dalam hal politik dan pertahanan negara, tidak dapat dinafikan telah menjadi unsur perekat kedua bangsa. Perjalanan setelah era tahun 1980-an memang ternyata berbeda. Generasi muda Malaysia yang lahir dan tumbuh pada tahun setelah 70-an dan sesudahnya tidak mengenal Indonesia dengan pemahaman perjalanan sejarah, budaya dan genealogis seperti masa generasi sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Malaysia yang melebihi Indonesia menjadi pemicu perubahan sikap mereka.
Bila pada masa terdahulu banyak ilmuwan Malaysia merasa Bangga mendapatkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Indonesia (antara lain Prof. Tan Sri Ismail Hussein mendapatkan gelar dari Universitas Indonesia dan Mahathir Mohammad mendapatkannya dari Universitas Syiah Kuala, Aceh) dan banyak pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia, sekarang kenyataannya menjadi terbalik. Memang masih cukup banyak pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia saat ini, tetapi animonya tidak seperti dahulu dan lebih khususnya di bidang kedokteran.
Di dalam kehidupan akademis, hubungan antarpakar di bidang sosial budaya cukup baik, khususnya pada era yang disebut di atas. Dalam banyak pertemuan ilmiah yang dilaksanakan oleh pihak profesional Indonesia, Malaysia termasuk negara yang banyak mengirimkan delegasinya sebagai pensyarah dan peserta pertemuan.
Kelompok kerjasama kebahasaan dan sastra yang telah dirintis pada tahun 70-an dan 80-an, seperti Majelis Bahasa Indonesia Malaysia (MABIM) dan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera), persatuan para penulis Indonesia dan Malaysia dapat disebutkan sebagai sebagian contoh yang memperlihatkan hubungan baik antarnegara. Kamus istilah, kamus bahasa dan jurnal berkala sebagai hasil dari kerjasama selama ini memperlihatkan hubungan baik kedua negara.
Dalam bidang penciptaan seni, banyak seniman Indonesia yang sampai hari ini masih diminta untuk berkarya dan mengajarkan ilmunya di Malaysia. Meskipun kenyataan tersebut di atas dapat dipandang sebagai hal positif yang telah dicapai dalam hubungan antarbangsa, masih ada masalah dalam meningkatkan hubungan kedua negara menjadi lebih mesra dan bahkan dapat menjadi sinergi penggerak kekuatan budaya di ASEAN dan Asia umumnya.
Kendala pertama adalah sikap proaktif dan overprotective Malaysia yang amat luar biasa yang seringkali agak mengabaikan konvensi internasional dalam hal penjagaan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber-sumber budaya warisan kedua negara. Ketika ‘Tari Pendet’ dipermasalahkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai ‘pencurian kekayaan budaya’, pihak Malaysia menganggapnya sebagai hal biasa. Tari Pendet yang sudah dikenal umum, dianggap sebagai milik bersama yang dapat diambil oleh siapa saja. Di satu pihak, anggapan ini bisa saja benar bila tidak berkaitan dengan keuntungan finansial. Kita pun sering memainkan repertoire musik klasik tanpa membayar pajak dan tanpa minta ijin dari pemegang lisensinya. Perbedaannya terletak pada penyebutan nama komponis atau penciptanya.
Sikap proaktif Malaysia pada kasus-kasus tertentu sebenarnya dapat dilihat sebagai suatu ’penyelamatan’. Sama halnya dengan peristiwa pengalihan dan penyimpanan naskah-naskah kita di Belanda. Sampai sekarang kita masih dapat menemukan sumber warisan budaya kita dari beberapa abad lalu seperti yang tersimpan dalam naskah-naskah yang ada di negeri Belanda (KITLV dan UB, Leiden) dan di beberapa negara lain seperti di Inggris (SOAS, London) dan Jerman. Rekaman
read more “RI - Malaysia Membangun Diplomasi Budaya Dari Sudut Pandang Kesejarahan”

Sabtu, 06 November 2010

Sudahkah Berbuat Baik pada Diri Sendiri???

Tolong tanyakan pada dirimu, sampai saat ini, kebaikan apa yang telah kau berikan pada dirimu sendiri? Bagi tubuh dan Rohanimu…Atau justru telah meracuninya selama ini? Begitu, bunyi batinku pagi ini…..Sebuah pertanyaan yang malu untuk aku menjawabnya!



Suatu hari saya membaca sebuah tulisan di Kompas cetak dengan judul yang cukup mengelitik hati saya, ‘JK INGIN TERUS BERBUAT BAIK UNTUK BANGSA’. Tentunya kita semua sudah tahu siapa JK? Yakni bapak Jusuf Kalla mantan wakil presiden kita, yang baru saja berakhir masa tugasnya. Bapak Jusuf Kalla seperti kita tahu sangat berperan sekali dalam perdamaian di bebera wilayah di negeri kita yang dilanda kekacauan. Dari Aceh, Palu sampai Ambon. Beliau mengatakan walau sudah tidak menjadi wakil presiden lagi akan tetap berbuat yang terbaik untuk bangsa ini melalui bidang ekonomi, sosial dan keagamaan. Suatu keinginan yang mulia tentunya dan kita patut mendoakan.

Sekarang giliran aku untuk bertanya, perbuatan baik apa yang telah aku lakukan untuk bangsa ini? Rasanya tak ada jawaban yang bisa aku berikan, kecuali hanya bisa geleng-geleng kepala dan kemudian tertunduk malu. Jangankan untuk bangsa, untuk memberikan kebaikan kepada diri sendiri saja belum bisa sempurna, baik jasmani maupun rohani. Apakah selama ini aku sudah berbuat baik bagi tubuhku dengan menjaganya dan memperlakukannya dengan sebaik-baiknya dan seharusnya? Memberikan makanan yang bergizi dan sehat, bukan justru meracuninya dengan memberikan makanan yang tidak berguna?

Tanpa sadar selama ini demi kenikmatan lidah dan memuaskan keinginan, aku memasukan makanan - makanan yang hanya enak dan mengundang selera tapi tidak bermanfaat bagi kesehatan malahan bisa menurunkan kesehatan. Meminum minuman keras dan merokok contohnya. Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat merusak dan membahayakan tubuh ini, begadang dan berkelahi misalnya.


Dimana selama ini juga aku lebih seringkali memberi makanan yang beracun kepada rohaniku dengan bacaan-bacaan , tontonan, penglihatan dan pikiran yang sesat dan kotor daripada memberinya santapan berupa firman-firman Tuhan dan kegiatan yang memberi pengaruh positif yang bisa membangun dan memperkuat rohaniku! Jadi, langkah pertama untuk menuju kepada perbuatan baik yang lebih besar adalah dengan memulainya berbuat baik dulu pada diri sendiri, dengan selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani . Setelah itu pasti banyak kebaikan lainnya yang bisa aku perbuat. Seringkali kita lebih memperhatikan hal- hal diluar dari diri kita dan hanya ingin melakukan hal yang besar.

Padahal apa yang ada pada diriku yang seharusnya lebih diperhatikan dan mulai mau mencoba melakukan hal-hal yang kelihatan kecil, namun sesungguhnya memberi pengaruh yang besar sekali. Sebuah senyuman! Siapa yang tidak bisa tersenyum? Berikan senyummu _ mulailah berikan pada dirimu , lalu kepada siapa saja dan dimana juga_, ia tanpa memerlukan biaya dan tenaga, tak akan pernah habis walau terus diberikan , ia hanya butuh sebuah ketulusan .

Semoga kesadaran ini selalu memberi inspirasi dan mengingatkan aku! Mulailah, lakukan kebaikan pada diri sendiri terlebih dahulu, sehingga mempunyai keyakinan untuk melakukan kebaikan bagi orang lain.
Semoga renungan ini memberikan kekuatan padaku untuk menjadi lebih baik lagi!
read more “Sudahkah Berbuat Baik pada Diri Sendiri???”

Musibah Mengajarkan Kita Merenung


Hari-hari belakangan ini kita sebagai bangsa Indonesia di berikan sebuah berita duka cita.Hampir dalam kurun waktu yang terus menerus dan tidak pernah berhenti, di beberapa daerah di indonesia diguncang musibah bencana alam.Banjir,longsor,tsunami sampai meletusnya gunung berapi yang aktif di indonesia menjadi bagian berita yang hampir tiap waktu kita dengar.Berdasarkan analisa pengamat metrologi dan geofisika bahwa dilihat dari segi letak kondisi geografis indonesia memang termasuk negara yang rawan bencana.

Ini mengindentifikasikan bahwa kita hidup di daerah yang suka atau tidak suka harus menerima keadaan negara kita sering terjadi bencana alam.Dari informasi ini kita akan selalu menyadari bahwa walaupun kita bisa mengupayakan berbagai cara untuk terhindar dari musibah,tapi tetap pada akhirnya kita harus menyerahkan hasil akhir kepada Allah Swt atas musibah yang terjadi.Karena seringkali terjadi bila bencana alam menimpa maka akan ada korban jiwa yang melayang.Belum lagi korban harta benda yang tidak terhitung jumlahnya.


Siapapun yang masih punya hati nurani pastilah akan terhenyu dan bersedih ketika melihat tayangan dan informasi mengenai musibah yang menimpa.Yang menjadi korban tidak mengenal jenis kelamin,usia,agama,latar belakang atau apapun status sosialnya.Korban bisa jatuh dikalangan anak-anak sampai kaum manula.orang berpunya atau kaum miskin papa.Musibah menimpa tidak pandang bulu,semua yang sudah ditakdirkan akan menemui takdirnya masing-masing tanpa diminta dan di undur waktunya.

Maka sebagai insan beriman yang mempunyai agama dan memiliki Tuhan harus senantiasa menyandarkan hidup dan kehidupan kita hanya kepada Allah Swt saja,tidak ada yang lain.Karena kita yakin dan mempercayai bahwa hanya atas kehendak-Nya semua itu bisa terjadi.Manusia boleh berkehendak dan berusaha tapi semua keputusan terakhir ada pada Yang Maha Memutuskan.Manusia dengan segala kesempurnaan dan semua kesombongan yang menyertainya pada saatnya akan menyerah dan tunduk atas takdir yang telah terjadi.Kuasa manusia tidak akan menandingi kekuasaan Tuhan yang tak terbatas.

Sebagai penutup diharapkan dengan semakin menyadari bahwa yang namanya nyawa dan urusan takdir kita serahkan pada Allah,kita hanya bisa berusaha semampu kita berusaha.Serta hari-hari yang kita jalani senantiasa mengikuti jalur yang di perintahkan Tuhan dan jangan pernah berfikir untuk menyeleweng dari ketentuan yang sudah digariskan.Sehingga dengan demikian hidup kita akan senantiasa sinergi dengan kehendak-Nya.Apapun yang terjadi dan menimpa kita yakinlah itu adalah yang terbaik dan sudah sesuai dengan kehendak dan rencana yang sudah dipersiapkan Allah Swt kepada kita.


Bagaimana sudakah kita merenung atas semua musibah yang terjadi ?

Apakah dengan semua musibah yang terjadi,semakin mendekatkan diri kita pada Yang Maha Kuasa ?

Selamat merenung,selamat melakukan intropeksi diri…

Opini Edisusanto
http://agama.kompasiana.com/2010/10/27/musibah-mengajarkan-kita-merenung/
read more “Musibah Mengajarkan Kita Merenung”

Rabu, 06 Oktober 2010

BELAJAR MENCINTAI SESAMA

Dalam suasana tanah air yang serba panas dewasa ini patut dikenang seorang anak dunia yang lahir hampir 150 tahun lalu. Anak dunia itu lahir pada tanggal 22 Februari 1857 dari keluarga Reverend Baden-Powell, seorang guru besar dari Oxford University di Inggris. Anak itu adalah laki-laki keenam dari delapan anak laki-laki dari sepuluh bersaudara. Anak itu, dengan mengacu kepada kakeknya, diberi nama Robert Stephenson Smyth Baden-Powell.

Robert ini di masa kecilnya cukup menderita karena sudah menjadi piatu pada usia tiga tahun ketika ayahnya meninggal dunia. Kehidupannya banyak diwarnai oleh kelembutan ibunya, anggota masyarakat biasa yang tidak kaya, tetapi mengasuh Robert dengan penuh kasih sayang. Robert tumbuh sebagai anak cerdas yang mempunyai minat dan semangat yang tinggi untuk selalu belajar hal-hal yang baru. Robert senang bermain dengan permainan advonturir yang mendebarkan hati, tetapi hatinya lembut karena ternyata iapun suka bermain piano.

Robert tumbuh seperti anak-anak muda lainnya dan dalam kehidupannya selama sekolah senang bertualang, menelurusuri sungai Thames dan sering menjadi teladan teman-teman bermainnya. Kehidupan remaja ini membekas dan menjadi sangat berguna ketika Robert memasuki karier sebagai tentara dalam jajaran pemerintah Inggris.

Dalam kariernya sebagai tentara Robert Baden-Powell mencapai kariernya dengan relatif cepat. Pada usia 30 tahun dia sudah menyandang pangkat Kolonel Kehormatan. Dia ditugaskan di India, Afganistan dan Afrika Selatan. Pada tahun 1899 Robert ditugaskan di Mafeking, suatu tugas yang kemudian melejitkan namanya serta mengangkat dirinya menjadi Mayor Jendral pada usia hanya 43 tahun.

Karier yang sangat menanjak itu melambungkan namanya dan membuat dirinya menjadi idola anak muda biarpun dia sendiri bersifat rendah hati atas peranan pribadinya. Robert sangat menghargai peranan generasi muda yang bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan. Robert menerbitkan buku dan dalam waktu sangat singkat buku dan tulisannya mendapat sambutan yang sangat luar biasa.

Setelah keberhasilan yang gemilang di Mafeking, Robert diberi tanggung jawab mengembangkan Angkatan Kepolisian Afrika Selatan sampai akhirnya pada tahun 1903 ia memutuskan untuk kembali ke negaranya sebagai Inspektur Jenderal. Robert sangat terkejut karena buku dan tulisannya sangat digermari oleh generasi muda di negaranya yang kebetulan pada waktu itu berada dalam masa transisi antara masyarakat agraris dan masyarakat industri. Karena itu Robert Baden-Powell memutuskan untuk lebih aktif mengembangkan generasi muda menjadi warga negara yang baik.

Pengalaman melalang buana di berbagai negara, dan melihat keadaan anak muda dan remaja di negaranya yang gelisah itu, menjadi panggilan suci untuk membangun generasi muda yang tangguh, berkepribadian dan siap menjadi warga yang baik. Panggilan itu sangat nyaring sehingga Robert memutuskan untuk berjuang membangun generasi muda yang tangguh dan mempunyai partisipasi yang tinggi dalam membangun kepribadian dan cinta kepada sesamanya untuk membangun negara dan bangsanya.

Lebih lanjut dalam kerja luhur itu, dalam beberapa catatan pribadinya, Robert Baden-Powell selalu mengingatkan bahwa generasi muda harus selalu siap menghadapi tantangan. Persiapan itu harus disertai pengembangan kepribadian yang simpatik, sabar, bersikap ria dan tidak cepat marah, memberi waktu kepada sesama dan dengan senang hati saling memberi bantuan kepada sesamanya.

Dalam gerakan kepanduan yang kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, sampai sekarang, sifat-sifat kepribadian yang luhur itu menjadi acuan. Robert Baden-Powell selalu mengaku bahwa dia tidak memberi resep yang cespleng, karena diapun tidak percaya bahwa apa yang diajarkan akan selalu diterima dengan baik. Oleh karena itu sejak semula dia percaya kepada sistem pendidikan dengan kelompok kecil. Bahkan dia lebih percaya kepada usaha-usaha pendidikan dan pelatihan yang mengandalkan pada partisipasi aktif untuk mecoba dan mengalami karena dengan cara itu setiap anak dan remaja akan mengetahui dan menguasai pelaksanaan sesuatu yang dicobanya dengan mendalam.

Robert juga sadar bahwa ada kalanya sesuatu yang kita anggap baik bisa ditolak anak muda atau remaja. Bahkan sesuatu yang dianggap baik bisa saja berakhir dengan kegagalan. Tetapi dengan memberi kepercayaan kepada anak muda dan remaja untuk mencoba dan mengerjakannya, dengan cara mereka yang dianggap baik, banyak manfaat yang muncul berupa inovasi-inovasi yang tidak terbayangkan sebelumya. Pengalaman pendidikan seperti inilah barangkali yang sekarang perlu kita teladani di Indonesia.

Anak muda bangsa ini membengkak jumlahnya. Pendidikan kepanduan yang di masa lalu dilakukan dengan gegap gempita masih perlu ditingkatkan lagi. Pramuka yang karena alasan-alasan tertentu dikembangkan dengan basis sekolah telah menyebabkan banyak sekali, setidaknya 50 persen anak usia SMP yang tidak sekolah, ditambah 60 persen anak SMA yang tidak sekolah, yang sama sekali tidak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan kepanduan seperti diwariskan oleh Robert Baden-Powell.

Dalam memperingati Hari Lahir Bapak Pandu Sedunia Robert Baden-Powell hari ini, kiranya para pemimpin merenung kembali keteladanan yang telah diwariskannya untuk menciptakan generasi muda yang berkepribadian, sopan santun dan mencintai sesamanya. Barangkali generasi muda tidak perlu harus selalu berkelahi karena alasan sepele. Tidak perlu saling menggempur dan merusak. Generasi muda harus selalu siap menghadapi tantangan, siap bekerja keras membangun negara dan bangsanya. (Haryono Suyono, Ketua Umum Hipprada) – 22Februari2006.

Views: 433
sUMBER : http://www.haryono.com/article/article/belajar-mencintai-sesama.html
read more “BELAJAR MENCINTAI SESAMA”

Selasa, 28 September 2010

Azrul Azwar: UU Gerakan Pramuka Sangat Mendesak



Polkam / Rabu, 22 September 2010 14:05 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia Azrul Azwar menegaskan, kebutuhan terhadap Undang-Undang Gerakan Pramuka saat ini sudah sampai ke tingkat sangat mendesak.

Karena itu, ia mengatakan studi banding yang saat ini dilakukan Panitia Kerja RUU Gerakan Pramuka DPR ke Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan, harus membawa pulang oleh-oleh berupa masukan yang cerdas dan konstruktif untuk menajamkan pembahasan draf RUU Gerakan Pramuka.

"Di samping model pengelolaan kepramukaan, kami juga berharap akan mendapatkan masukan komprehensif tentang landasan hukum yang memayungi gerakan kepramukaan di ketiga negara yang menjadi tujuan studi banding itu," kata Azrul Azwar di Jakarta, Rabu (22/9).


Terlepas dari pro dan kontra terkait pelaksanaan studi banding anggota DPR tersebut, Azrul mengingatkan, harus ada cara pandang yang sama dalam memaknai urgensi RUU Gerakan Pramuka. "Selama 49 tahun, pendidikan kepramukaan di Indonesia praktis dilaksanakan hanya dengan payung hukum Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961. Sudah waktunya ditingkatkan jadi undang-undang," kata Azrul.

Azrul Azwar mengatakan, ada lima alasan yang menunjukkan bahwa UU tentang Gerakan Pramuka sangat mendesak. Pertama, terdapat nilai-nilai universal dan lokal yang diajarkan lewat pendidikan kepramukaan di seluruh dunia. Menurut dia, Indonesia sebagai negara multikultural, telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai nilai dasar sekaligus pengikat persatuan dan kesatuan bangsa.

"UU Gerakan Pramuka harus menjamin nilai dasar ini," katanya.

Kedua, pendidikan kepramukaan mengajarkan anak dan remaja menjadi pribadi yang jujur, berani, dan terampil serta menghasilkan kaum muda yang militan. Namun, militansi ini harus dikelola dengan baik, sehingga diabdikan terutama untuk bangsa dan negara, bukan untuk golongan.

"Untuk itu, UU Gerakan Pramuka harus menegaskan satu wadah untuk mengelola kepramukaan di Tanah Air," katanya.

Alasan ketiga, organisasi pramuka bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta Tanah Air dan memiliki keterampilan tinggi. "Tugas tersebut sesungguhnya merupakan ranah pemerintah. Karena itu, sudah semestinya pemerintah membiayai pendidikan kepramukaan di gugusdepan dan kwartir," ujar Azrul.

Keempat, terkait dengan posisi Gerakan Pramuka Indonesia sebagai salah satu anggota Organisasi Gerakan Pramuka Dunia. Dari 140 anggota badan organisasi kepramukaan sedunia saat ini, Indonesia memiliki jumlah anggota terbanyak, yaitu 17 juta. Ironisnya, Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur pendidikan kepramukaan seperti dimiliki oleh banyak negara lain.

Alasan kelima, pendidikan kepramukaan sangat penting dalam kaitan membentuk karakter bangsa. Logikanya, kalau dasar hukumnya cuma keputusan presiden, maka pengaturan dan dukungan pemerintah menjadi amat bergantung pada selera presiden yang sedang menjabat.

"Pada titik ini, UU Gerakan Pramuka diperlukan agar siapa pun presidennya akan mendukung gerakan kepramukaan," kata Azrul Azwar.

Panitia Kerja RUU Pramuka Komisi X pada 15 September bertolak ke Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan untuk melakukan studi banding. Keberangkatan studi banding tentang kepramukaan tersebut dibagi dalam dua rombongan. Kelompok pertama yang dipimpin ketua Panja Pramuka berangkat ke Jepang dan Korea Selatan. Rombongan kedua menuju Afrika Selatan.(Ant/BEY)
read more “Azrul Azwar: UU Gerakan Pramuka Sangat Mendesak”

'Pramuka perlu diatur oleh UU'



Oleh: John A. Oktaveri
JAKARTA: Ketua Kwarnas Pramuka Azrul Azwar mengatakan Pramuka di Indonesia yang hanya dilindungi oleh Keputusan Presiden (Kepres) tidak akan mampu membuat organisasi itu menjadi mandiri sehingga diperlukan Undang-undang untuk mengaturnya.

"Dengan Kepres, Pramuka tidak cukup kuat karena tergantung dari kebijakan presiden. Dengan memiliki undang-undang kita justru lebih kuat,"katanya pada satu diskusi di Gedung DPR hari ini.


Selain adanya undang-undang, Ketua Kwarnas itu juga menginginkan bahwa tidak ada lagi organisasi di dalam organisasi kepramukaan seperti Hizbul Waton dan sebagainya yang ingin berdiri sendiri.

Menurut dia, kepramukaan harus merupakan wadah tunggal yang kuat dengan undang-undang yang kuat pula.

"Pramuka itu di seluruh negara hanya satu, tidak ada dua. Bila banyak sepert itu, maka bangsa ini akan terkotak-kotak dan yang rugi bangsa Indonesia sendiri," tegasnya.

Sementara itu anggota DPR, Hakam Naja, mengatakan pramuka haruslah dipimpin oleh kalangan profesional dan bukan pejabat publik.

Menurut dia, kalau pramuka dipimpin oleh pejabat publik seperti Menteri Pemuda dan Olah Raga maka dikhawatirkan organisasi itu akan terseret ke dunia politik.

"Organisasi Pramuka haruslah menjadi organisasi mandiri dan tidak boleh diseret ke dunia politik. Untuk itu Pramuka harus dipimpin oleh pejabat yang bukan pejabat publik," ujarnya merujuk pada hasil kunjungan anggota DPR ke Jepang, Korea Selatan dan Afrika Selatan terkait pembuata RUU Kepramukaani.

Di beberapa negara, katanya, Pramuka atau lebih dikenal dengan scout tidak dipimpin oleh pejabat negara dan tidak berada di bawah kementerian. (su)
read more “'Pramuka perlu diatur oleh UU'”

Rabu, 15 September 2010

Negara Lain Justru Ingin Meniru Pramuka Indonesia


Jakarta - Di saat Panja Pramuka DPR sedang studi banding ke Afsel, negeri yang Pramukanya gagal, justru banyak negara lain ingin meniru Pramuka di Indonesia. Pramuka di Tanah Air memiliki anggota yang sangat banyak dibandingkan negara-negara lainnya, yakni sekitar 17 juta orang. Hal itulah yang menarik perhatian negara lain, sehingga mereka ingin meniru Pramuka Indonesia.

"Yang lain ingin tahu tentang Pramuka yang berbasis sekolah seperti yang banyak berkembang di Indonesia. Kalau di negara lain kebanyakan Pramuka itu berbasis komunitas," ujar Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Menurut dia, jumlah anggota Pramuka Indonesia yang demikian besar adalah karena setiap pelajar otomatis menjadi anggota Pramuka. Selain karena jumlah penduduk Indonesia yang besar.

Selama ini, lanjut Azrul, Indonesia bersama kepanduan lain dari berbagai negara sering kali mengikuti pelatihan bersama. Di saat lain Indonesia dan negara-negara lain saling mengundang ketika digelar acara semacam jambore nasional.

"Dalam Pramuka sebenarnya tidak ada belajar hal baru dari negara lain, karena semuanya sebenarnya sama. Standar. Jadi yang ada adalah saling lihat, misalnya dengan mengikuti kegiatan mereka, ikut jambore mereka," tutur mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ini.

Pramuka Indonesia, tambahnya, berapa kali mengirim beberapa anggotanya untuk mengikuti berbagai pelatihan. Misalnya saja pelatihan komunikasi di Bhutan dan pelatihan tentang community based. Jambore negara lain yang pernah diikuti Pramuka Indonesia antara lain Jambore di Korsel tahun 2010.

"Saat Jambore di Indonesia, bisa sampai 10 atau 15 anggota Pramuka dari negara lain yang ikut serta. Biasanya kita undang mereka. Kita undang yang dari ASEAN dan negara sahabat," kata Azrul.

(vit/nrl)

Sumber :http://www.detiknews.com/read/2010/09/15/120400/1440908/10/negara-lain-justru-ingin-meniru-pramuka-indonesia
read more “Negara Lain Justru Ingin Meniru Pramuka Indonesia”

Biaya Studi Banding Pramuka Sudah Diatur di SK Menkeu


Jakarta - Seluruh biaya perjalanan anggota Panja Pramuka Komisi X DPR yang pergi studi banding ke tiga negara sudah diatur di dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan. Biaya itu juga termasuk uang saku serta sewa hotel.

"Anggota DPR itu ke luar negeri sudah sesuai dengan aturan perjalanan dinas yang ada di SK Menkeu," jelas Ketua DPR Marzuki Alie di kantornya, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

"Jadi surat keputusan Menkeu sudah mengatur uang harian termasuk hotel di sana," lanjut Marzuki.

Marzuki berharap publik jangan keburu curiga dengan apa yang dilakukan oleh anggota Dewan. Untuk menyelesaikan sebuah RUU, anggota Dewan memerlukan banyak referensi. Selain itu, para legislator tersebut pergi dengan membawa Daftar Inventaris Masalah (DIM).

"Jangan dilihat mereka ke luar negeri sebagai pemborosan, mereka melakukan pengabdian kok," tegas Marzuki.

Marzuki meminta agar anggota Dewan akan menjelaskan berbagai polemik yang keburu muncul seiring keberangkatan mereka. "Kalau ada masalah, saya minta mereka jelaskan," ujar politisi PD ini.

Berdasarkan informasi situs resmi DPR, posisi pimpinan Panja Pramuka dipegang oleh Mahyuddin (FPD), Rully Chairul Azwar (FPG), Heri Akhmadi (FPDIP), dan Abdul Hakam Naja (FPAN).

Sementara anggota Panja adalah :

1. Parlindungan Hutabarat (FPD)
2. Theresia EE Pardede (FPD)
3. Venna Melinda (FPD)
4. Rinto Subekti (FPD)
5. Jefirstson R Riwu Kore.
6. Kahar Muzakir (FPG)
7. Zulfadhli (FPG)
8. Popong Otje Djunjunan (FPG)
9. Hetifah (FPG)
10.Puti Guntur Soekarno (FPDIP)
11.Utut Adianto (FPDIP)
12.Wayan Koster (FPDIP)
13.Sri Rahayu (FPDIP)
14.Akbar Zulfakar (FPKS)
15.Primus Yustisio (FPAN)
16.Reni Marlinawati (FPPP)
17.Hisyam Alie (FPPP)
18.Hanif Dhakiri (FPKB)
19.Noura Dian Hartarony (Fraksi Gerindra)
20.Herry Lontung Siregar (Fraksi Hanura)

(mok/nrl)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/15/130346/1440950/10/biaya-studi-banding-pramuka-sudah-diatur-di-sk-menkeu
read more “Biaya Studi Banding Pramuka Sudah Diatur di SK Menkeu”

Kwarnas Berharap Panja Pramuka DPR Selesaikan UU Usai Studi Banding


Jakarta - Panja Pramuka DPR sedang studi banding ke luar negeri. Kegiatan ini mendapat banyak sorotan. Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka berharap setelah Panja DPR menyelesaikan studi bandingnya, UU Pramuka bisa segera dibereskan.

"Silakan saja, itu bagian dari pekerjaan dia. Menurut saya sih baik saja belajar. Yang penting bagaimana paham dan bisa mengesahkan (UU)," ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Kata dia, jika Panja Pramuka DPR menganggap pengetahuannya tentang seluk beluk kepramukaan masih kurang dan ingin belajar, maka studi komparasi bisa dilakukan. "Kalau untuk perbaiki ya silakan," imbuhnya.

Soal negara tujuan studi banding, itu kewenangan DPR untuk memilih. Asal tujuannya baik, menurut Azrul, hal itu tidak masalah.

Dia menambahkan, kegiatan Pramuka itu standar. Semua kegiatan kepanduan dasarnya adalah dari Baden-Powell. Pada intinya Pramuka itu mengajarkan perbuatan baik setiap hari, seperti rela dan ikhlas menolong orang sekitar.

Yang menyedihkan adalah anak-anak sekadar memakai baju Pramuka tanpa dikenalkan dengan bagaimana seorang Pramuka itu. Padahal dalam Pramuka diajarkan nilai-nilai hidup.

"Dengan Pramuka ada kesibukan sehingga tidak ada waktu berpikir macam-macam, tidak terjebak dengan narkoba, bisa berlatih kepemimpinan. Pramuka tulen itu tegas dan santun," imbuh Azrul.

Azrul yakin, kegiatan komparasi seperti yang dilakukan Panja Kepramukaan pasti ada manfaatnya. "Kalau mereka anggap itu perlu untuk bikin RUU ya nggak apa-apa. Layak saja," lanjutnya.

UU ini penting, mengingat selama ini dasar hukum Pramuka hanyalah Keppres. Padahal di banyak negara seperti Bangladesh, India, Afrika Selatan sudah memiliki UU Pramuka.

"Mereka sudah punya UU semua. Ini penting agar Pramuka sebagai organisasi pendidikan, bukan organisasi kepemudaan diakui oleh UU. Kenapa diatur UU? Karena peranan besar dalam pembentukan karakter, jadi perlu pengaturan," sambung Azrul.

(vit/mok)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/15/182748/1441309/10/kwarnas-berharap-panja-pramuka-dpr-selesaikan-uu-usai-studi-banding?n991103605
read more “Kwarnas Berharap Panja Pramuka DPR Selesaikan UU Usai Studi Banding”

Pramuka Indonesia Terpinggirkan karena Dianggap Produk Orba


Jakarta - Meskipun banyak dilirik negara lain sebagai contoh, namun sulit ditolak popularitas Pramuka di Indonesia terus merosot. Hal ini karena Pramuka dianggap produk peninggalan Orba.

Saat reformasi digulirkan, Pramuka di Indonesia seakan redup. Pramuka seolah dipinggirkan dengan berdirinya pandu-pandu baru yang berbasis kelompok tertentu. Maklum, masih ada yang berpandangan Pramuka adalah peninggalan Orde Baru.

"Pramuka menjadi dipinggirkan seperti Posyandu. Ada upaya mendirikan pandu baru, karena Pramuka dianggap produk Orde Baru," kata Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Prof. Dr. dr. Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Meskipun jumlah anggota Pramuka di Indonesia besar yakni 17 juta orang, namun Azrul mengakui adanya kemunduran kegiatan bila dibandingkan saat masa Orde Baru. Setelah disadari akibat Pramuka tidak jalan jadi banyak anak-anak yang tawuran, berkelahi, terkena narkoba, dan sebagainya barulah Presiden SBY merevitalisasinya pada 2006.

"Kita memperbaiki kurikulum, metode pendidikan Pramuka, materi, juga membenahi gugus depan," imbuh Azrul.

Ditambahkan dia, metode pendidikan Pramuka adalah dengan memanfaatkan alam terbuka, bukan pendidikan seperti kuliah. Bentuknya adalah dengan menggunakan macam-macam permainan seperti morse, tali temali, dan mencari jejak.

"Kita juga sudah mulai mengembangkan pelatihan kepada Pramuka yang memberikan manfaat untuk pekerjaan, misalnya pelatihan komputer," lanjut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ini.

Pramuka Indonesia adalah Pramuka yang besar. Sebab anggotanya mencapai jumlah 17 juta. Sekitar 1,5 juta di antaranya adalah orang dewasa yang bertindak sebagai pembina.

Nasib Pramuka mencuat setelah Komisi X DPR membuat Panja RUU Pramuka. Panja ini studi banding ke Jepang dan Korsel yang organisasi kepanduannya berhasil dan ke Afsel, yang kepanduannya tidak berkembang. Hasil studi banding ini digunakan untuk penyusunan RUU Pramuka.

(vit/nrl)
Sumber: http://www.detiknews..com/read/2010/...ap-produk-orba
read more “Pramuka Indonesia Terpinggirkan karena Dianggap Produk Orba”

Senin, 16 Agustus 2010

Makna Kemerdekaan Indonesia Raya


Upacara Bendera 17 Agustus, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, detik-detik Proklamasi, gelora salam Merdeka, derap langkah nasionalisme, renungan jasa para pahlawan, tabur bunga di makam pahlawan, berkobarnya semangat persatuan, panjat pinang, lomba makan kerupuk, dangdutan, perlombaan olah raga, serta berbagai kegiatan mengisi hari kemerdekaan, dan...dst...dst.

Seharian saya berkeliling Ibukota Jakarta memperhatikan perilaku berbagai kalangan masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke 62 ini. Semangat itu masih terasa, gelora untuk memajukan Indonesia Raya masih ada, kepedihan menahan beban ekonomi sedikit dilupakan untuk meramaikan Pesta Kemerdekaan Indonesia dalam kesederhanaan. Rasa malu sebagai akibat dari arah Indonesia yang tidak jelas sedikit terlupakan manakala menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Teringat perasaan senasib ketika bangsa Indonesia berjuang mencapai kemerdekaannya.
Teringat persahabatan sejati kebangsaan Indonesia mengusir penjajah yang telah merampok kekayaan Indonesia.
Teringat luka...kematian...tangisan...teriakan...tatapan harapan. Semua dilalui dengan keberanian dan mimpi untuk membangun bangsa Indonesia yang bersatu dalam payung NKRI yang bersama-sama memakmurkan rakyat.

Mengapa sekarang kita menjadi penakut, menjadi pengecut, menjadi ragu-ragu, menjadi saling mencurangi, menjadi saling mencakar, menjadi saling curiga.


Mengapa kekuasaan menjadi rebutan, sementara tanggung jawab mengemban amanat penderitaan rakyat cenderung diabaikan. Kesombongan intelektual liberalisme menguasai sistem ekonomi yang kita pilih sekarang, akibatnya ekonomi liberal yang liar mencabik-cabik kekayaan bangsa yang terbagi-bagi hanya di kalangan elit. Pemerintah hanya menjadi penagih pajak yang tunduk pada kekuasaan yang telah dikuasai elit politik dan penguasaha. Korupsi belum juga menunjukkan penurunan yang berarti, ketidakseimbangan dimana-mana, semangat separatisme masih bergelaora seiring dengan antisipasi otonomi daerah yang miskin persiapan.

Apa sesungguhnya yang terjadi dengan negeri Indonesia yang semakin sering dilanda bencana, baik bencana alamiah maupun yang dirancang oleh tangan-tangan jahat penghianat bangsa.

Tidak seluruh kengerian dan mimpi buruk yang Blog I-I sampaikan merupakan akibat dari kepemimpinan nasional, tetapi juga menjadi nyata karena kita semakin egois, saling mendendam, masa bodoh, dan yang paling parah adalah pengecut, lebih parah lagi pengecut karena takut jatuh martabat, takut jatuh miskin, takut jatuh dari kekuasaan.

Akibatnya sebuah dosa besar bernama korupsi menjadi budaya, sementara sinergi kekuasaan dengan swasta kembali melahirkan jaring kolusi yang sangat erat. Meskipun rakyat mati terbenam lumpur, tidak akan lahir kepedulian sejati dalam ketulusan menolong sesama manusia Indonesia. Apa yang terjadi adalah...ini perusahaanku, hartaku...ini negaraku, akulah pemimpin yang berpengaruh, mulai dari tingkatan manapun, bila ego kejahatan AKUnya itu tetap besar, kita akan terus menyaksikan kerusakan demi kerusakan.

Makna kemerdekaan tidaklah hanya bersifat individual tetapi merupakan cerminan kondisi bangsa yang terdiri dari berbagai komponen. Bila kita hanya memikirkan diri sendiri, niscaya bagi mereka yang mapan dan memiliki kekuasaan dan akses yang luas...sungguh hidupnya sangat amat merdeka. Tetapi bagi mereka yang nasibnya tergantung pada orang lain, perasaan terjajah itu justru semakin dalam apabila orang-orang yang memiliki pengaruh dalam hajat hidup orang banyak tidak mampu, pengecut, atau bahkan tidak paham bagaimana mengelola sumber-sumber kehidupan orang banyak secara adil.

Makna kemerdekaan adalah awal terwujudnya mimpi membangun bersama NKRI untuk kesejahteraan rakyat. Menjaga keamanan seluruh warga dalam lindungan sistem hukum yang adil dan kokoh. Bukan personifikasi kekuasaan individual ke dalam sistem seperti terjadi di wilayah Yudikatif dan eksekutif, atau rancangan sikut-menyikut di legislatif. Diperlukan keinsyafan massal tentang pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola seluruh potensi bangsa.

Makna kemerdekaan dalam kerangka demokrasi masih bisa menerima segala hiruk pikuk persaingan para elit untuk menjadi pengelola negara, namun semua itu dalam kepatuhan terhadap aturan main. Yang lebih penting lagi adalah keseriusan serta keberanian dalam menempuh jalan pembangunan yang akan berdampak luas dan positif bagi bangsa Indonesia. Segala perdebatan harus bisa dilaksanakan dalam semangat persatuan dan pada saatnya harus berhenti, para pihak harus mengerti dan mampu menerima secara legowo. Meskipun dendam dan sakit hati itu adalah sifat manusiawi, namun bila kebenaran sedang membimbing Indonesia Raya, kita patut mendukungnya. Sebaliknya bila kegelapan sedang berkuasa kita juga wajib menempuh langkah nyata untuk meneranginya.

Merdeka!!!
SW
http://intelindonesia.blogspot.com/2007/08/makna-kemerdekaan-indonesia-raya.html
read more “Makna Kemerdekaan Indonesia Raya”

Senin, 09 Agustus 2010

Kwarcab 04 Tanah Datar Gelar Perpisahan dengan Kak Gugun Gumelar


Ketua Kakwarcab Gerakan Pramuka 04 Tanah Datar Aulizul Syuib melepas secara resmi kak Gugun Gumelar, salah satu pengurus Mabiran Tanah Datar dalam acara yang penuh dengan kekeluargaan di Villa Kak Cun di Puncak Shaduali Indah Sabtu (7/8).

Ketua Kakwarcab Aulizul Syuib dalam sambutannya mengatakan, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. oleh karna itu saya selaku Ketua Kakwarcab Tanah Datar menbuat suatu selogan 4S,1L.Sambut Ramadhan , Sambut Hari Pramunka, Sambut hari kemerdekaan RI, Sambut Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Candra Mermawan dan Lepas Letkol Gugun Gumelar
Perpisahan yang dilasanakan di Puncak Shaduali ini sangat terkesan sekali karna yang hadir dalam acara tersebut adalah Bupati Tanah Datar serta unsure muspida tanah datar dan sebagian kepala SKPD Tanah Datar dan seluruh unsur Kepramunkaan Tanah Datar Dan Padang Panjang.

Malam semakin indah di puncak siduali alunan irama terus melanbai lanbai rasanya terlalu berat untuk berpisa tapi apa daya orang yang kita sayangi kini pergi meninggalkan kita demi mengenban tugas di kesatuan barunya kadam satu bukit barisan, selamat jalam letkol Gugun Gumelar, Selamat Datang Letkol Candra hermawan di tanah datar sebagai komandan kodim 0307 Tanah Datar.(Humas/Hendra)
read more “Kwarcab 04 Tanah Datar Gelar Perpisahan dengan Kak Gugun Gumelar”

Kamis, 22 Juli 2010

Hidup, Belajar Dari Kesalahan



Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.
Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.
semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.

Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.

Walaupun sulit tetapi harus di praktekkan, jangan berhenti sampai ditengah jalan harus berjuang agar hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi ( better and better).
mari kita bersama-sama melangkah dalam kemajuan hidup bukan sebaliknya.
Sadari semua orang memiliki kelebihannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri dan harus terus berusaha untuk bersama-sama saling mendukung dan memotivasi.

Ini ada cerita renungan tentang seekor anak burung unta yang ingin belajar terbang,. Dia merasa malu karena orang tuanya dan kelompoknya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan dia sering sekali mengamati burung-burung lain yang dapat terbang kesana-kemari.
Sedangkan hidup mereka hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.
Akhirnya ketidakpuasan akan hidup pun melanda dirinya.

Dia pun pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya dan mereka meninggalkan anak burung unta itu sendirian.
Anak burung unta tersebut pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo pun berkata: ”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang bagaimana bisa terbang, orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”

Lalu anak burung unta tersebut, masih penasaran dengan guru yang mungkin dapat membantunya belajar terbang dia pun mencari burung elang, Burung elang dengan sombongnya berkata:” Lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. Pulang saja sana!”
Masih pantang menyerah dan pergi menemui burung nazar (burung pemakan bangkai).

Lalu Kawanan burung nasar itu senang dengan hadirnya burung unta yang bodoh itu sebab dia adalah santapan lezat untuk mereka. Mereka pun berkata: ”Hai anak burung, Kami akan mengajarimu terbang, tetapi kamu harus terbang dari puncak bukit ini dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu. Sekarang belajar dulu di daratan ini untuk mengepakan sayapmu, kemudian berlari sekuat tenaga untuk terbang melewati puncak tebing ini sampai di puncak tebing seberang ”

Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kemudian berpesta pora.
Seandainya burung unta itu mendengarkan nasihat orang tuanya, maka ia akan baik-baik belajar tarian burung unta, dan akan hidup dengan bahagia menghibur semua orang di kebun binatang dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya dihargai sebagai burung ‘balerina’ dan ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’ . Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya.



http://rahasia-masa-depan.blogspot.com/2009/10/hidup-belajar-dari-kesalahan.html
read more “Hidup, Belajar Dari Kesalahan”

Selasa, 20 Juli 2010

Jiwa Seorang Pemimpin

Seorang pemimpin mesti mempunyai ruah, roh atau jiwa kepemimpinan. Berikut ini paparan mengenai “jiwa” yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. “Jiwa” tersebut antara lain:

Orang yang mau belajar…belajar dan belajar terus menerus.

Mengapa seorang pemimpin perlu senantiasa belajar? Alasannya amat sederhana. Seorang pemimpin, dalam banyak hal, ia berhadapan dengan orang banyak. Orang yang dihadapi tersebut memiliki berbagai macam karakter dan pembawaan hidup. Mereka juga memiliki keunikan hidup tersendiri. Dengan kemauan untuk belajar terus menerus, diharapkan seorang pemimpin mampu mencerap dan menjabarkan kemauan institusi ataupun kemauan bawahannya, rakyat yang beraneka ragam.

Selebihnya, kemauan untuk belajar itu juga harus dimunculkan dari dalam diri pemimpin setiap saat. Belajar untuk mengenal siapa yang dipimpinnya, dan yang lebih penting lagi adalah belajar mengenal diri sendiri. Tanpa pengenalan diri sendiri bahkan penghargaan akan diri sendri, tidaklah mungkin seorang akan mengenal dan menghargai orang lain yang dipimpinnya. Atau dalam bahasa lain, kata Confusius, seperti dikutip Seputar Indonesia (5 Juni 2009, hlm.1) “hargailah diri anda maka orang lain akan menghargai anda”.

Seorang pemimpin juga perlu belajar akan arti penting “kehadiran” orang lain [yang dipimpin], dalam kehidupannya . Belajar untuk menghargai “kehadiran” orang lain inilah yang memperkaya dirinya secara pribadi, dan memungkinkan dirinya untuk semakin berkembang secara maksimal (bdk. Robert E.Vallet, 1989:108-114).

Orang yang menghargai waktu dan bawahannya-yang dipimpin.

Ada seorang motivator sekaligus penulis terkemuka asal Amerika serikat, Harvey MacKay. Kata-kata mutiaranya yang sangat menarik untuk kita simak, seperti yang dikutip Seputar Indonesia (26 April 2009, hlm.1) “Waktu itu gratis, tapi sangat berharga. Kamu tidak akan dapat memiliki, tapi dapat memanfaatkannya. Kamu tidak dapat menyimpan, tapi dapat menghabiskannya. Sekali kehilangan, kamu tidak akan bisa mendapatkannya kembali”.

Jika dalam hal yang paling sederhana; menghargai waktu, seorang pemimpin tak dapat melaksanakannya, besar kemungkinan, bahwa seorang pemimpin tersebut juga tak dapat menghargai orang-orang yang dipimpinnya. Sekedar contoh, seorang pemimpin, melalui sekretarisnya mengundang beberapa karyawannya untuk rapat jam 8.00 pagi. Ketika rapat tiba, jam 8.00 sang pemimpin belum datang. Ia datang satu jam kemudian. Satu jam, bagi para karyawannya adalah waktu yang berharga. Seorang pemimpin dituntut untuk dapat menghargai waktu sekaligus dapat mengendalikannya (bdk.James Spillane, 2003:71-84).

Orang yang sanggup mengomunikasikan ide, gagasan kepada orang lain dengan jelas.

Seorang pemimpin sering menjadi “arah - batu penjuru” untuk sebuah organisasi. Kadang ia harus juga harus mengambil keputusan. Maka seorang pemimpin juga perlu belajar mengomunikasikan segala bentuk keputusan yang telah diambilnya. Kemampuan ini tentu juga ditunjang sikap rendah hati, bahwa dirinya [seorang pemimpin] bukan sumber kebenaran, tetapi penyampai kebenaran. Semakin pemimpin mampu mengomunikasikan ide - gagasannya dengan baik, semakin pula kepemimpinannya efektif (bdk. HAW. Widjaya, 2008:25-26). Kemampuan berkomukasi tersebut sering didukung, salah satunya oleh penguasaan bahasa yang baik [bahasa yang komunikatif] dan penguasaan akan karakteristik yang akan menerima pesan (Widjaya, ibid, hlm.26).

Dalam cara pandang tertentu, komunikasi seorang pemimpin lebih “diwajibkan” untuk menggunakan bahasa “kemanusiaannya” dari pada bahasa “kekuasaannya” . Seorang pemimpin lebih diharap untuk dapat mengerti dan memahami siapa yang dipimpinnya, daripada “merengek” untuk minta dipahami dan dimengerti.

Orang yang berpikir ke depan (futuristik).

Seorang pemimpin adalah seorang yang berpikir ke depan. Untuk itu ia perlu kreatif. Ia kreatif dan tak mudah putus asa menghadapi hidup. Ia juga kreatif dalam mencari terobosan-terobosan baru untuk kemajuan institusi ataupun kesejahteraan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Bahkan, menurut Abdurrahman Wahid (2006:97) “orientasi seorang pemimpin terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpin” .

Orang yang mempunyai skala prioritas.

Seorang pemimpin mesti mempunyai skala prioritas, mana yang penting, perlu dan harus (mendesak) dikerjakan lebih dahulu. Skala proritas ini juga berhubungan dengan sesuatu hal yang baik, dan benar untuk dilaksanakan. Bisa jadi, ada suatu hal yang baik dan benar untuk dikerjakan, tetapi apakah hal tersebut penting, perlu dan mendesak untuk segera dikerjakan. Disinilah fungsi pertimbangan akal budi yang jernih. Akal budi memilah, membedakan dan memutuskan akan suatu hal sebagai penting, perlu dan mendesak untuk ditindaklanjuti atau tidak.

Catatan: Artikel ini saya olah dari berbagai sumber, saya kirim dan dimuat di Media Advokasi Anak & Keluarga “WARDAS”, edisi XXIV, Juni 2009, hlm. 17-18. Semoga bermanfaat.

http://edukasi.kompasiana.com/2009/11/15/jiwa-seorang-pemimpin/
read more “Jiwa Seorang Pemimpin”

Rabu, 14 Juli 2010

Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega “Antara ada dan tiada”


Gerakan Pramuka beberapa saat lagi akan memasuki usia yang 44 tahun sejak berdirinya pada tahun 1961. Usia 44 tahun jika seorang manusia adalah usia yang telah cukup matang dalam kehidupan, usia yang telah merasakan asam garamnya kehidupan dan yang pasti banyak pengetahuan dan pengalaman hidup serta bijaksana dalam bertindak.

Jika difilosofikan usia 44 tahun merupakan masa-masa bijaksana dimana selalu berusaha mengerti lebih dahulu baru dimengerti. Jika dikaitkan dengan kondisi Gerakan Pramuka saat ini, banyak ketidak sesuaian di segala sudut pandang. Disadari atau tidak ini merupakan efek dari pola pembinaan selama ini.

Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah calon-calon penerus yang dibina dalam Gerakan Pramuka yang seharusnya memiliki peranan penting dalam organisasi ini. Tapi kenyataannya, sedikit sekali porsi yang diberikan untuk berperan dalam gerak orgnisasi yang notabennya adalah organisasi pendidikan kaum muda. Hal ini berdampak pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para penegak dan pandega. Sedikit sekali yang menimbulkan manfaat nyata bagi Pramuka Penegak dan Pandega serta masyarakat. Karena kurangnya ekspresi dari para Penegak dan Pandega itu sendiri, ini merupakan indikasi dari Pramuka Penegak dan Pandega hanya diperbantukan saja. Apalagi dalam wadah pembinaan yang ada, para Pramuka Penegak dan Pandega hanya berfungsi sebagai pelengkap saja bukan merupakan bagian terpenting dari wadah tersebut.

Sejak diberlakukannya AD/ART Gerakan Pramuka tahun 2005, memang telah terlihat porsi untuk berperan yang diberikan kepada para Penegak Pandega namun hal ini belum dibarengi dengan pembinaan yang seimbang serta arahan yang efektif.


Saya yakin para Penegak saat ini masih belum memahami maksud dari Penegak itu sendiri berada. Karena masih melekatnya tradisi usang yang terus dipakai turun temurun dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega sekarang. Sehingga menimbulkan dampak yang sangat berpengaruh sekali terutama di masyarakat. Pramuka Penegak dan Pandega saat ini cenderung mengeksklusifkan diri dari pergaulan masyarakat dan kegiatannya pun belum sepenuhnya bermanfaat nyata bagi masyarakat. Dan ini mengesankan bahwa Pramuka Penegak dan Pandega itu ada kegiatannya namun tiada manfaatnya secara konkrit baik terhadap Penegak Pandega itu sendiri maupun masyarakat.

Hal tersebut menimbulkan keprihatian yang serius karena jika terus berlanjut maka Pramuka Penegak Pandega yang diharapkan dapat meneruskan cita-cita perjuangan bangsa yang membawa bangsa ini menuju kemerdekaan yang sebenarnya hanyalah khayalan belaka.

Maka dari itu, kita sebagai Pramuka Penegak dan Pandega wajib memahami fungsi dan tugas kita sebagai Pramuka Penegak dan Pandega. Dengan memahami fungsi dan tugas kita dapat melaksanakan segala kegiatan dengan terarah dan bermanfaat nyata.

Dari segi kuantitas pun Pramuka Penegak dan Pandega mengalami kecenderungan menurun setiap tahunnya, karena kegiatan-kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega semakin tiada kegiatannya yang berarti, kalaupun ada hanya sebatas ‘yang penting ada’ kegiatan. Sehingga tidak memiliki semangat untuk memotivasi para Pramuka Penegak dan Pandega.

Coba sekarang hitung jumlah anggota Pramuka Penegak yang ada di sekolah masing-masing, paling banyak tidak lebih dari 20 orang saja dan yang aktif pun bisa dihitung dengan jari. Kalau pun ada banyak sifatnya terpaksa ikut karen diwajibkan atau jumlah keseluruhan dari kelas 1 sampai dengan kelas 3. Nah, ini merupakan indikator dari kurang efektif dan bermanfaatnya kegiatan Pramuka Penegak yang masih menggunakan pola ‘usang’ yang diwariskan turun temurun. Belum lagi jika kita kaji materi-materi pembinaan yang ada saat ini, semuanya sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi jaman sekarang atau tidak ‘up to date’. Maka jangan heran jika kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega saat ini tidak ‘ngetrend’ lagi bagi anak muda.

Apalagi kegiatan Kepramukaan di perguruan tinggi, jika tidak ada inovasi kegiatan maka tidak akan ada kegiatan kepramukaan diperguruan tinggi.


Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai Pramuka Penegak dan Pandega ?

Anda sendiri yang dapat menjawabnya. Saya akan berikan pilihan, ‘INOVASI atau MATI’. Jadi tidak salahkan, jika saya memberi judul di atas Pramuka Penegak dan Pandega “Antara ada dan tiada” . (terinspirasi dari sebuah judul lagu)

Jika memang tidak ingin disebut demikian maka harus ada tindakan nyata dari kita selaku Pramuka Penegak dan Pandega. Jangan hanya bicara saja, perencanaan penting tetapi jauh lebih penting menindak lanjuti rencana tersebut menjadi sebuah tindakan nyata dan bermanfaat. Saya jadi teringat sebuah iklan di televisi yang menggugah kesadaran saya, bahwa pemikiran, keinginan dan harapan tak akan terwujud tanpa diawali dengan sebuah tindakan kecil yang dilakukan terus menerus. Dan hal ini membutuhkan keberanian melawan rasa takut yang ada pada diri kita sendiri.


Meminjam istilah iklan tersebut, saya mencoba menggugah kesadaran kita semua sebagai Pramuka Penegak dan Pandega untuk berbuat nyata bagi kehidupan kita yang tentunya bermanfaat nyata bagi semuanya. Tujuanmu adalah masa depanmu. Meminjam istilah ulama kondang mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini juga.

Mari kita berikan yang terbaik semampu kita sebagai Pramuka Penegak dan Pandega, jika bukan kita, siapa lagi yang mau merubahnya ?


Disampaikan Oleh Sri Hendana ( http://danascouting.blogspot.com/2008_01_01_archive.html )
read more “Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega “Antara ada dan tiada””

Pengurus DKC Tanah Datar Masa Ke masa

Album Kenangan Kwarcab Tanah Datar


Waktu Tak Kan Kembali

Kelender

Ketua Mejelis Pembimbing Cabang

Ketua Mejelis Pembimbing Cabang
M. Shadiq pasadioe

Mejelis Pembimbing Cabang

Mejelis Pembimbing Cabang
ZULDAFRI DARMA

Mejelis Pembimbing Cabang

Mejelis Pembimbing Cabang
H. HENDRI ARNIS, B.S.B.A

Ketua Kwartir Cabang Tanah Datar

Ketua Kwartir Cabang Tanah Datar
Drs. Aulizul Suyib

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2006-2011

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2006-2011
Yhohannes Neoldy. ST

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2002-2006

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2002-2006
Naswardi

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1997-2022

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1997-2022
Anton Yondra

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1992-1997

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1992-1997
Bambang Herianto

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode1987-1992

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode1987-1992
Doni Frenky

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1982-1987

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1982-1987
Ar Julis

Tinggalkan Jejak

Total Kunjungan

free counters

PLURK

CHATTING !!!

 

Label

Followers

Lencana Facebook