Tampilkan postingan dengan label Berita Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pramuka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2011

SAMBUTAN KETUA DEWAN KERJA CABANG GERAKAN PRAMUKA TANAH DATAR PADA MUSYAWARAH PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA PUTERI PUTRA TAHUN 2011 SELASA, 08–03-2011

Bismillahirrahmanirrajiim,
Assalamu’alaikum wr, wb
Salam pramuka !

Yang terhormat ;
 Kakak ketua kwartir cabang gerakan pramuka 04 tanah datar
 Kakak-kakak pengurus kwartir cabang gerakan pramuka 04 tanah datar
 Kakak-kakak pengurus dewan kerja cabang gerakan pramuka 04 tanah datar
 Kakak-kakak panitia dan sangakerja musppanitera 2011
 Kakak-kakak peserta musppanitera 2011

Sebagai umat yang beragama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat allah swt, yang selalu melimpahkan rahmat dan karunia-nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita telah dapat melaksanakan kegiatan acara musppanitera tahun 2011. Semoga kegiatan ini akan menjadi momen yang lebih baik bagi dewan kerja cabang gerakan pramuka 04 tanah datar. Dan mudah-mudahan tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan upaya dan usaha yang kita lakukan, amin. Dan tidak lupa shalawat beserta salam kita sampaikan kepada allah swt untuk di sampaikan kepada nabi besar muhammad swt yang telah mencurahkan segenap kehidupannya demi kesejahteraan umat manusia.

Kakak pengurus kwartir cabang tanah datar dan peserta musppanitera yang berbahagia

Lahirnya gerakan pramuka, telah melewati suatu proses yang cukup panjang yang menuntut keteguhan hati, kebesaran jiwa, saling mengerti, konsisten terhadap tujuan mulia gerakan kepanduan, dengan sasaran yang cukup mendasar yaitu mendidik dan membina generasi muda agar menjadi manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bermoral tinggi, beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berjiwa pancasila dan menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta ikut serta bertanggung jawab atas perkembangan bangsa dan negara.

Semangat persatuan dan kesatuan, patriotisme, kesetiakawanan,bergotong royong dan kebersamaan yang dimiliki gerakan pramuka tersebut dimanifestasikan kedalam kode kehormatan try satya dan dasa darma.

Kakak-kakak yang saya hormati,

Latar belakang pembentukan dewan kerja gerakan pramuka adalah gerakan pendidikan yang memiliki unsur pendidik dan peserta didik. Dalam kepanduan , yang tumbuh sebelum gerakan pramuka, terdapat pengurus-pengurus dari berbagai tingkatan yang diantaranya menempatkan suatu wadah bagi peserta didik dalam berlatih mengelola organisasinya untuk mencapi tujuan pendidikan kepanduan. Kebutuhan akan wadah pembinaan yang khusus bagi pramuka penegak dan pandega didasarkan atas,
1. Keyakinan adanya suatu system pembinaan yang berlaku dalam cara mendidik pramuka penegak dan pandega yaitu adanya konsep dari, oleh, dan untuk pramuka penegak dan pandega dengan bimbingan orang dewasa.
2. Kesadaran adanya kebutuhan bahwa pendidikan yang di selenggarakan bagi pramuka penegak dan pandega selain untuk pengembangan kemampuan dirinya secara pribadi juga untuk kaderisasi bagi pemimpin gerakan pramuka di masa mendatang.

Keterlibatan peserta didik usia pramuka penegak dan pandega pada awalnya dilaksanakan dalam batas turut membantu tugas-tugas menangani kegiatan yang berlangsung di kwartir, hal ini berlangsung sampai dengan tahun ke-6 usia gerakan pramuka. Perkembangan awal tersebut merupakan langkah penting yang diambil oleh kwartir mengingat pengecualian hak dan tanggung jawab bagi pramuka penegak dan pandega yaitu adanya peserta didik yang juga dilibatkan dalam pengelolaan kwartir. Sementara pada saat awal berdirinya gerakan pramuka hak dan tanggung jawab antara peserta didik dan orang dewasa masih dipisahkan dengan tegas, diantaranya pengelolaan kwartir adalah hak dan tanggung jawab orang dewasa.

Sejarah terbentuknya dewan kerja diawali dengan keputusan muker anpuda iii tahun 1966 yang menyatakan di tingkat kwartir perlu dibentuk wadah pembinaan dewan kerja yang mempunyai fungsi mengelola pramuka penegak dan pandega. Secara nasional, dewan kerja terbentuk melalui pertemuan pramuka penegak dan pandega puteri putera nasional ke 1 (perppanitera nasional) yang diselenggarakan di bogor pada tanggal 20-27 agustus 1969 bertempat di desa cimanggis, kecamatan cimanggis, kabupaten bogor-jawa barat. Salah satu tujuannya membentuk “dewan kerja pramuka penegak dan pandega nasional”. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan “musyawarah kerja “ yang membahas tata kerja dan pengorganisasian dalam penggerakan pramuka penegak dan pandega, serta memilih kepengurusan dewan kerja pramuka penegak dan pandega nasional. Pada saat itu beberapa kwartir daerah telah memiliki wadah pembinaan seperti dewan kerja tetapi belum secara nasional diatur keberadaannya. Baru kemudian melalui pertemuan pramuka penegak dan pandega puteri-putera nasional ke 1 (perppanitera) diperoleh kesepakatan membentuk badan yang mengelola pramuka penegak dan pandega dalam kwartir yang disebut dewan kerja pramuka penegak dan pandega.

Dalam perppanitera nasional i yang diselenggarakan oleh dewan kerja pramuka penegak dan pandega dengan bimbingan andalan nasional disepakati bahwa untuk pengelolaan pramuka penegak dan pandega tidak diadakan pemisahan antara peserta didik putera dan puteri. Dasar pemikiran tidak diterapkannya system satuan terpisah dalam pengelolaan pramuka penegak dan pandega mengingat bahwa dewan kerja merupakan satuan gerak bukan satuan bina sekaligus disesuaikan dengan kebijakan nasional tentang pengorganisasian pengurus gerakan pramuka bahwa hanya ada satu organisasi gerakan kepanduan di indonesia. Tidak ada organisasi gerakan kepanduan putera saja atau puteri saja. Dalam perkembangannya, tata cara pengorganisasian dewan kerja telah dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan kepengurusan dewan kerja, yang disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. Perubahan dalam setiap penyempurnaan tentang dewan kerja terutama dilakukan pada penekanan akan tugas, fungsi dan tanggung jawab, serta kedudukan dewan kerja di kwartir, yang pada dasarnya berkaitan dengan prinsip akan kedudukan dewan kerja sebagai peserta didik.
Anggota dewan kerja penegak dan pandega putera dan puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh musyawarah penegak dan pandega putera dan puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh ketua kwartir yang bersangkutan. Masa bakti dewan kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. Apabila ketua dewan kerja pramuka terpilih seorang putera, maka harus dipilih seorang puteri sebagai wakil ketua atau sebaliknya. Ketua dan wakil ketua dewan kerja pramuka adalah andalan yang membidangi ke dewan kerjaan
Kakak-kakak pengurus kwartir cabang gerakan pramuka yang kami hormati,
Kakak-kakak pramuka penegak dan pandega yang kami bangakan,

Perjuangan belum selesai kawan! Kebersamaan yang telah kita bina dipengunjung pengabdian kami sebagai dkc 2006-2011, disaat perhelatan akbar musppanitera kita yang digelar pada harini kembali melahirkan beberapa amanah yang tidak ringan. Tantangan semakin besar, mengharuskan kita memutar otak untuk menyumbangkan yang terbaik dari kita untuk nusa dan bangsa.

Kita pramuka penegak dan pramuka pandega adalah pemuda, tahukah kakak-kakak betapa pentingnya peranan pemuda dalam masyarakat ? Pemuda sangan penting dalam kehidupan masyarakat karena pemuda bisa meneruskan kelakuan baik dimasyarakan ataupun dibangsa .

Masyarakat membutuhkan peran serta pemuda untuk kemajuan bersama. Pemuda adalah tulang punggung masyarakat. Generasi tua memilki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi muda harus mengambil peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat menyala-nyala dan tekad yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima perubahan yang dinamis pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat. Sejarah membuktikan, bahwa perubahan hampir selalu dimotori oleh kalangan muda. Sumpah pemuda, proklamasi, pemberantasan pki, lahirnya orde baru, bahkan peristiwa turunnya diktator soeharto dari singgasana kepresidenan seluruhnya dimotori oleh kaum muda. Kaum muda pula yang selalu memberikan umpan balik yang kritis terhadap pongahnya kekuasaan.

Ini menunjukkan bahwa pemuda memegang peranan yang sangat besar di dalam proses perubahan dan pertumbuhan serta perkembangan suatu masyarakat. Meskipun demikian, fakta menunjukan bahwa tidak semua pemuda memiliki semangat juang yang positif. Maraknya penggunaan narkoba serta penyalahgunaan obat-obat bius lainnya memaksa kita untuk menyadari bahwa banyak sekali yang harus dilakukan untuk membina kaum muda agar energinya yang sangat banyak tersalur kepada hal-hal yang positif. Dengan demikian, dibutuhkan pembinaan yang intensif terutama pembinaan moral agar pemuda memiliki rasa tanggung jawab untuk membangun serta berjuang untuk kemakmuran rakyat, tidak hanya untuk kepentingan pribadinya. Pembinaan dan pendidikan juga terutama ditujukan pada tumbuhnya kesadaran karna tugas manusia sebagai khalifah tuhan di dunia dan dan sebagai individu yang harus berserah diri kepada allah swt.

Program yang menerapkan agar pemuda berjiwa mandiri, bertindak tangkas, berani karena benar, dan mendidik agar memelihara kesatuan, semua itu ada di gerakan pramuka, kakak-kakak bisa lihat pada try satya dan dasa darman gerakan pramuka. Kita para pemuda yang telah memilih untuk ikut bergabung di gerakan pramuka ini sudah melakukan pilihan yang tepat. Karena gerakan pramuka banyak melahirkan pemimpin-pemimpin di negeri ini. Salah satunya kita bisa melihat para senior kita yang pernah aktif di gerakan pramuka tanah datarr diantarnya
 Kakak doni frengky dulu pernah menjabat sebagai ketua dkc tanah datar sekarang beliau menjadi polisi di polres tanah datar
 Kakak anton yodra dulu juga menjabat sebagai ketua dkc tanah datar sekarang menjadi toko pemuda di tanah datar
 Kakak bambang herianto juga pernah menjadi ketua dkc tanah datar dan sekarang menjadi pegawai negeri di pemda tanah datar
 Kakak naswardi juga merupakan ketua dkc tanah datar periode sebelum kami sekarang beliau aktif di toko pemuda muhammaddya dan lembaga perlindungan anak indonesia.

Itu sebagain kecil contoh-contoh keberhasilan dari pembianan yang dilakukan oleh gerakan pramuka, keberhasialan dewan kerja cabang gerakan pramuka tanah datar periode 2006-2011 tidak lepas dari arahan dan binanaan para senior dan andalan gerakan pramuka tanah datar. ” mancalik contoh ka nan sudah, mancalik tuah ka nan bana”

Kakak-kakak yang berbahagia,

Selama kami menjabat sebagai pengurus dewan kerja cabang gerakan pramuka tanah datar, mungkin banyak tingkah laku dan sikap kami yang kurang baik dan sopan terhadap kakak-kakak di kwartir cabang gerakan pramuka tanah datar. Melalui kesempatan ini izin kan saya mewakili pengurus dewan kerja cabang gerakan pramuka tanah datar menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya kepada kakak-kakak semuanya. Didikan kakak-kakak yang keras terhadap kami, itu merupakan penyemangat bagi kami dalam berkerja untuk mencapai tujuan yang maksimal. Sedikit pun kami tidak akan dendam, dan tidak akan melupakan jasa-jasa kakak dalam mendidik dan membina kami sehinga kami menjadi orang-orang yang memiliki keperipadian, kemandiran dan kekuatan dalam menjalani hidup ini serta menghadapi tantang di masa depan.

Terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua yang telah membantu kami menyelesaikan amanah yang kami emban, tidak perlu memicingkan mata.... Bawah prestasi telah kami ukir dimasa kejayaan,... Namun tidak pula kami mengelak dari amanah yang diembankan kepada kami masih ada ayng belum dapat kami persembahkan.
Kami berharap kepada dkc yang akan datang dapat mengambil contoh dari sedikit kebaikan yang kami lakukan... Dan dengan semangat yang tinggi, beribu harapan menunggu karya terbaik dai insan-insan terbaik di tanah datar, tantangan semangkin berat, badai semakin dahsyat. Alam takambang jadi guru. Kakak-kakak pengak dan pandega, kita harus ingat bawah semangat muda adalah semangat perubahan “untuk melakukan suatu perubahan bukanlah tugas yang mudah. Kadang kita dihina, dicaci, diremehkan dan bahkan difitnah. Kita harus berterimakasih kepada mereka untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa kita bisa. Semua tantangan itu akan dapat teratasi.”
Akhir kata pada kesmpatan yang berbahagia ini, perkenankan saya mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, semoga tuhan yang maha esa mengaruniakan kekuatan bagi kita sekalian. Dalam meneruskan bakti bagi agama, negara dan bangsa sesuai motto gerakan pramuka ” satyaku kudarmakan darmaku kubaktikan”
Wassalammualaikum w.w
Salam pramuka


Batusangkar, 08 maret 2011
Dewan kerja cabang
Gerakan pramuka tanah datar
Ketua



Yhohannes noeldy
read more “SAMBUTAN KETUA DEWAN KERJA CABANG GERAKAN PRAMUKA TANAH DATAR PADA MUSYAWARAH PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA PUTERI PUTRA TAHUN 2011 SELASA, 08–03-2011”

KWARCAB GERAKAN PRAMUKA 04 TANAH DATAR ADAKAN MUSCAB

Kwartir Cabang 04 Gerakan Pramuka Kabupaten Tanah Datar melaksanakan Musyawarah Cabang, Rabu (09/02) di Aula Kantor Bupati Pagaruyung Tanah Datar.

Muscab tersebut, sebagaimana biasanya, melaksanakan acara penyampaian pertanggungan jawaban pegurus lama, pengesahan Tatip, pemilihan Kakwarcab periode tahun 2011-2016 dan penetapan rencana kerja Kwarcab 04 Tanah datar kedepan.

Hadir dalam acara pembukaan Muscab Pramuka 04 Tanah Datar, Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis, Wakwarda, Sultani Wirman, Para Wabi Saka, Kakwaran se Tanah Datar serta seluruh Pengurus Kwarcab. Tanah Datar.

Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis dalam sambutannya mengatakan, gerakan Pramuka sangat besar perannya dalam membentuk watak danb karakter bangsa, membina samangat juang generasi untuk lebih maju oleh sebab itu kedepan agar lebih dimajukan.

wabup mengharapkan Muscab berjalan dengan baik, kalau forum sepaakat hendaknya Kak H. Aulizul Syuib agar berkenan mencalonkan kembali sebagai Kakwarcab, karena kepemimpinan beliau selama ini sangat signifikan memajukan gerakan Pramuka di Tanah Datar

Hasil Muscab juga diharapkan akan melahirkan rencana kerja gerakan pramuka kedepan yang lebih baik yang akan membawa Kwarcab 04 Tanah Datar kepada gerakan Pramukan yang lebih maju maju.(Humas-Yuldaveri)
read more “KWARCAB GERAKAN PRAMUKA 04 TANAH DATAR ADAKAN MUSCAB”

H. AULIZUL SYUIB KEMBALI TERPILIH SEBAGAI KAKWARCAB TANAH DATAR

H.Aulizul Syuib kembali terpilih sebagai Kakwarcab Gerakan Pramuka 04 Tanah Datar periode tahun 2011 setelah terpilih pada acara pemilihan Kakwarcab dalam Muscab yang terselenggara dengan tertib, Rabu (9/2) kemaren di Aula Kantor Bupati Tanah Datar.

Muscab Kwarcab Pramuka Tanah Datar, yang dibuka secara resmi Wakul Bupati, H. Hendr Arnis dihadiri Kakwarda yang diwakili Sultani Wirman, telah melaksanakan rangkaian kegiatan seperti penyampaian Pertanggungan jawaban pengurus lama, pengesahan Tatip siding pemilihan ketua dan rencana kerja lima tahun kedepan.

Pada proses pemilihan Ketua Kwartir Cabang ternyata yang muncul hanya satu kandidat saja , karena dari 14 Kwaran yang menyampaikan pemandangan umum hanya mencalonkan H. Aulizul Syuib sebagai Kakwarcab.

Pemerintah Tanah Datar sangat mendukung terpilihnya kembali H.aulizul Syuib kembali mencalonkan diri untuk dipilih yang kedua kalinya sebagai Kakwarcab Gerakan Pramuka 04 Tanah Datar, sebagai mana yang disampaikan Wakil Bupati, H. Hendri Arnis pada acara pembukaan, mengharapkan Kak Cun kembali mencalonkan diri.

Terpilihnya H. Aulizul Syuib kembali sebagai Kakwarcab Tanah Datar memang sudah diprediksi sebelumnya, melihat dari keinginan dan harapan masyarakat, hal itu sudah merupakan hal yang wajar dan pantas mengingat kemajuan gerakan Pramuka di Tanah Datar dibawah kepemimpinan Kak Cun.

Kenapa tidak, selama ini di Tanah datar boleh dikatakan gerakan Pramuka tidak terlalu menonjol dari kegiatan dan prestasinya, namun lima tahun berlalu, Kwarcab Tanah Datar melakukan gebrakan secara signifikan, terbukti dengan terpilih nya Tanah datar sebagai Kwarcab tergiat kedua berturut-turut 3 kali.

Tidak itu saja, bahkan Tanah Datar telah mampu mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia melalui Gerakan Pramuka, antara lain sukses melaksanakan age3lang Ajar Tingkat Nasional, melaksanakan iven Internasional, Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia, yang dihadiri petinggi Negara Malaysia dan Indonesia.(Humas-Yuldaveri)
read more “H. AULIZUL SYUIB KEMBALI TERPILIH SEBAGAI KAKWARCAB TANAH DATAR”

Jumat, 12 November 2010

RI - Malaysia Membangun Diplomasi Budaya Dari Sudut Pandang Kesejarahan




Dr. Prudentia MPSS
Anggota EPG Indonesia/Dosen dan Peneliti UI
Indonesia dan Malaysia (serta Singapura) pernah memiliki perjalanan sejarah dan pengalaman budaya yang sama pada masa lalu. Sampai dengan Traktat London tahun 1824, kedua negara berada dalam wilayah kerajaan yang bernama Melayu. Beberapa sumber penting seperti yang dikatakan oleh Petrus van der Worm, Valentijn dan W. Marsden pada abad ke-17 dan 18 menyebutkan bahwa asal Melayu adalah Sumatera pantai timur bagian tengah atau selatan yang kemudian menyebar ke Tanah Semenanjung.
Berbeda dengan pendapat tersebut, James Collins yang mendasarkan pendapatnya dari sudut kebahasaan, mengatakan asal Melayu berasal dari Kalimantan Barat. Terlepas dari perbedaan tersebut, pada hakekatnya Indonesia dan Malaysia adalah satu: Sultan Abdul Jalil di Johor memiliki kekuasaan sampai ke wilayah Lingga; Sultan Mahmud yang berkuasa di Siak adalah juga Sultan yang menjadi raja di Johor.
Wilayah kerajaan Melayu telah berjaya selama beberapa abad sampai kemudian dibuat perjanjian oleh Belanda dan Inggris untuk mengadakan pembagian hak kekuasaan wilayah dalam Traktat London tahun 1824 yang memisahkan wilayah kerajaan ini menjadi wilayah yang kemudian bernama Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Lingga di Indonesia menjadi sebuah kecamatan dan bukan lagi kerajaan; Temasik menjadi Singapura; Riau dan Kepulauan Riau menjadi provinsi bukan sebuah negara seperti halnya Malaysia.
Perjalanan ‘kemelayuan’ di Indonesia dan Malaysia kemudian berubah. Melayu di Malaysia menjadi pernyataan politik, sedang di Indonesia adalah pernyataan budaya. Sebagai sebuah pernyataan politik, Melayu adalah berbudaya Melayu, berebahasa Melayu dan beragama Islam, Melayu merupakan penanda yang dikekalkan di Malaysia.
Di Indonesia secara politis, pernyataan tersebut meski diterima sebagai sebuah kenyataan, khususnya oleh sebagian besar masyarakat di wilayah Melayu di Sumatera Timur, Riau dan Kepulauan Riau, tetapi masih terdapat ruang bebas untuk memasukkan Melayu yang ‘lain’, seperti Melayu Betawi, Melayu Sambas, Melayu Banjar, Melayu Ambon, Melayu Flores (Lamatera) dan Melayu Papua (Raja Ampat). Kesimpulan yang didapatkan dari Seminar Revitalisasi Budaya Melayu (RBM) di Tanjung Pinang pada 2004, menyebutkan kemelayuan sebagai sebuah pluralitas yang religius dan bersifat terbuka memperkuat perumusan Melayu di Indonesia sebagai konsep budaya.
Dalam perjalanannya menjadi Malaysia seperti sekarang, berbagai suku yang ada di Indonesia (Bugis, Jawa, Aceh, Minang) berperan dalam pembentukan masyarakat ‘Melayu’, bahkan beberapa sultan Malaysia berasal dari wilayah Indonesia. Begitupun perkembangan masyarakat budaya di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh diaspora Melayu ini yang melibatkan perjalanan sejarah genealogis dan psikologis kedua bangsa.
Dalam hal lainnya, sampai sekitar tahun 1980-an, Malaysia banyak meminta bantuan pendidik dan tenaga ahli dari Indonesia untuk memperkuat bidang pendidikan di negeri ini. Di bidang hiburan, kita masih dapat mengingat kedekatan kedua bangsa, misalnya melalui siaran bersama dalam bidang seni budaya yang dilakukan dengan mesra seperti yang terlihat dalam acara ‘Titian Muhibah’ di televisi kedua negara.
Hal-hal yang mengeratkan pemahaman yang mendalam mengenai kedua negara secara khusus telah dilakukan oleh pihak Malaysia dengan memasukkan dalam kurikulum nasionalnya pemahaman mengenai karya-karya sastra dan sejarah Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaannya sampai sekitar tahun 80-an.
Ikatan genealogis, sejarah dan budaya seperti tersebut di atas, meski juga diwarnai dengan peristiwa ‘konfrontasi’ dan ketegangan lain dalam hal politik dan pertahanan negara, tidak dapat dinafikan telah menjadi unsur perekat kedua bangsa. Perjalanan setelah era tahun 1980-an memang ternyata berbeda. Generasi muda Malaysia yang lahir dan tumbuh pada tahun setelah 70-an dan sesudahnya tidak mengenal Indonesia dengan pemahaman perjalanan sejarah, budaya dan genealogis seperti masa generasi sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Malaysia yang melebihi Indonesia menjadi pemicu perubahan sikap mereka.
Bila pada masa terdahulu banyak ilmuwan Malaysia merasa Bangga mendapatkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Indonesia (antara lain Prof. Tan Sri Ismail Hussein mendapatkan gelar dari Universitas Indonesia dan Mahathir Mohammad mendapatkannya dari Universitas Syiah Kuala, Aceh) dan banyak pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia, sekarang kenyataannya menjadi terbalik. Memang masih cukup banyak pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia saat ini, tetapi animonya tidak seperti dahulu dan lebih khususnya di bidang kedokteran.
Di dalam kehidupan akademis, hubungan antarpakar di bidang sosial budaya cukup baik, khususnya pada era yang disebut di atas. Dalam banyak pertemuan ilmiah yang dilaksanakan oleh pihak profesional Indonesia, Malaysia termasuk negara yang banyak mengirimkan delegasinya sebagai pensyarah dan peserta pertemuan.
Kelompok kerjasama kebahasaan dan sastra yang telah dirintis pada tahun 70-an dan 80-an, seperti Majelis Bahasa Indonesia Malaysia (MABIM) dan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera), persatuan para penulis Indonesia dan Malaysia dapat disebutkan sebagai sebagian contoh yang memperlihatkan hubungan baik antarnegara. Kamus istilah, kamus bahasa dan jurnal berkala sebagai hasil dari kerjasama selama ini memperlihatkan hubungan baik kedua negara.
Dalam bidang penciptaan seni, banyak seniman Indonesia yang sampai hari ini masih diminta untuk berkarya dan mengajarkan ilmunya di Malaysia. Meskipun kenyataan tersebut di atas dapat dipandang sebagai hal positif yang telah dicapai dalam hubungan antarbangsa, masih ada masalah dalam meningkatkan hubungan kedua negara menjadi lebih mesra dan bahkan dapat menjadi sinergi penggerak kekuatan budaya di ASEAN dan Asia umumnya.
Kendala pertama adalah sikap proaktif dan overprotective Malaysia yang amat luar biasa yang seringkali agak mengabaikan konvensi internasional dalam hal penjagaan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber-sumber budaya warisan kedua negara. Ketika ‘Tari Pendet’ dipermasalahkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai ‘pencurian kekayaan budaya’, pihak Malaysia menganggapnya sebagai hal biasa. Tari Pendet yang sudah dikenal umum, dianggap sebagai milik bersama yang dapat diambil oleh siapa saja. Di satu pihak, anggapan ini bisa saja benar bila tidak berkaitan dengan keuntungan finansial. Kita pun sering memainkan repertoire musik klasik tanpa membayar pajak dan tanpa minta ijin dari pemegang lisensinya. Perbedaannya terletak pada penyebutan nama komponis atau penciptanya.
Sikap proaktif Malaysia pada kasus-kasus tertentu sebenarnya dapat dilihat sebagai suatu ’penyelamatan’. Sama halnya dengan peristiwa pengalihan dan penyimpanan naskah-naskah kita di Belanda. Sampai sekarang kita masih dapat menemukan sumber warisan budaya kita dari beberapa abad lalu seperti yang tersimpan dalam naskah-naskah yang ada di negeri Belanda (KITLV dan UB, Leiden) dan di beberapa negara lain seperti di Inggris (SOAS, London) dan Jerman. Rekaman
read more “RI - Malaysia Membangun Diplomasi Budaya Dari Sudut Pandang Kesejarahan”

Selasa, 28 September 2010

Azrul Azwar: UU Gerakan Pramuka Sangat Mendesak



Polkam / Rabu, 22 September 2010 14:05 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia Azrul Azwar menegaskan, kebutuhan terhadap Undang-Undang Gerakan Pramuka saat ini sudah sampai ke tingkat sangat mendesak.

Karena itu, ia mengatakan studi banding yang saat ini dilakukan Panitia Kerja RUU Gerakan Pramuka DPR ke Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan, harus membawa pulang oleh-oleh berupa masukan yang cerdas dan konstruktif untuk menajamkan pembahasan draf RUU Gerakan Pramuka.

"Di samping model pengelolaan kepramukaan, kami juga berharap akan mendapatkan masukan komprehensif tentang landasan hukum yang memayungi gerakan kepramukaan di ketiga negara yang menjadi tujuan studi banding itu," kata Azrul Azwar di Jakarta, Rabu (22/9).


Terlepas dari pro dan kontra terkait pelaksanaan studi banding anggota DPR tersebut, Azrul mengingatkan, harus ada cara pandang yang sama dalam memaknai urgensi RUU Gerakan Pramuka. "Selama 49 tahun, pendidikan kepramukaan di Indonesia praktis dilaksanakan hanya dengan payung hukum Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961. Sudah waktunya ditingkatkan jadi undang-undang," kata Azrul.

Azrul Azwar mengatakan, ada lima alasan yang menunjukkan bahwa UU tentang Gerakan Pramuka sangat mendesak. Pertama, terdapat nilai-nilai universal dan lokal yang diajarkan lewat pendidikan kepramukaan di seluruh dunia. Menurut dia, Indonesia sebagai negara multikultural, telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai nilai dasar sekaligus pengikat persatuan dan kesatuan bangsa.

"UU Gerakan Pramuka harus menjamin nilai dasar ini," katanya.

Kedua, pendidikan kepramukaan mengajarkan anak dan remaja menjadi pribadi yang jujur, berani, dan terampil serta menghasilkan kaum muda yang militan. Namun, militansi ini harus dikelola dengan baik, sehingga diabdikan terutama untuk bangsa dan negara, bukan untuk golongan.

"Untuk itu, UU Gerakan Pramuka harus menegaskan satu wadah untuk mengelola kepramukaan di Tanah Air," katanya.

Alasan ketiga, organisasi pramuka bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta Tanah Air dan memiliki keterampilan tinggi. "Tugas tersebut sesungguhnya merupakan ranah pemerintah. Karena itu, sudah semestinya pemerintah membiayai pendidikan kepramukaan di gugusdepan dan kwartir," ujar Azrul.

Keempat, terkait dengan posisi Gerakan Pramuka Indonesia sebagai salah satu anggota Organisasi Gerakan Pramuka Dunia. Dari 140 anggota badan organisasi kepramukaan sedunia saat ini, Indonesia memiliki jumlah anggota terbanyak, yaitu 17 juta. Ironisnya, Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur pendidikan kepramukaan seperti dimiliki oleh banyak negara lain.

Alasan kelima, pendidikan kepramukaan sangat penting dalam kaitan membentuk karakter bangsa. Logikanya, kalau dasar hukumnya cuma keputusan presiden, maka pengaturan dan dukungan pemerintah menjadi amat bergantung pada selera presiden yang sedang menjabat.

"Pada titik ini, UU Gerakan Pramuka diperlukan agar siapa pun presidennya akan mendukung gerakan kepramukaan," kata Azrul Azwar.

Panitia Kerja RUU Pramuka Komisi X pada 15 September bertolak ke Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan untuk melakukan studi banding. Keberangkatan studi banding tentang kepramukaan tersebut dibagi dalam dua rombongan. Kelompok pertama yang dipimpin ketua Panja Pramuka berangkat ke Jepang dan Korea Selatan. Rombongan kedua menuju Afrika Selatan.(Ant/BEY)
read more “Azrul Azwar: UU Gerakan Pramuka Sangat Mendesak”

'Pramuka perlu diatur oleh UU'



Oleh: John A. Oktaveri
JAKARTA: Ketua Kwarnas Pramuka Azrul Azwar mengatakan Pramuka di Indonesia yang hanya dilindungi oleh Keputusan Presiden (Kepres) tidak akan mampu membuat organisasi itu menjadi mandiri sehingga diperlukan Undang-undang untuk mengaturnya.

"Dengan Kepres, Pramuka tidak cukup kuat karena tergantung dari kebijakan presiden. Dengan memiliki undang-undang kita justru lebih kuat,"katanya pada satu diskusi di Gedung DPR hari ini.


Selain adanya undang-undang, Ketua Kwarnas itu juga menginginkan bahwa tidak ada lagi organisasi di dalam organisasi kepramukaan seperti Hizbul Waton dan sebagainya yang ingin berdiri sendiri.

Menurut dia, kepramukaan harus merupakan wadah tunggal yang kuat dengan undang-undang yang kuat pula.

"Pramuka itu di seluruh negara hanya satu, tidak ada dua. Bila banyak sepert itu, maka bangsa ini akan terkotak-kotak dan yang rugi bangsa Indonesia sendiri," tegasnya.

Sementara itu anggota DPR, Hakam Naja, mengatakan pramuka haruslah dipimpin oleh kalangan profesional dan bukan pejabat publik.

Menurut dia, kalau pramuka dipimpin oleh pejabat publik seperti Menteri Pemuda dan Olah Raga maka dikhawatirkan organisasi itu akan terseret ke dunia politik.

"Organisasi Pramuka haruslah menjadi organisasi mandiri dan tidak boleh diseret ke dunia politik. Untuk itu Pramuka harus dipimpin oleh pejabat yang bukan pejabat publik," ujarnya merujuk pada hasil kunjungan anggota DPR ke Jepang, Korea Selatan dan Afrika Selatan terkait pembuata RUU Kepramukaani.

Di beberapa negara, katanya, Pramuka atau lebih dikenal dengan scout tidak dipimpin oleh pejabat negara dan tidak berada di bawah kementerian. (su)
read more “'Pramuka perlu diatur oleh UU'”

Rabu, 15 September 2010

Negara Lain Justru Ingin Meniru Pramuka Indonesia


Jakarta - Di saat Panja Pramuka DPR sedang studi banding ke Afsel, negeri yang Pramukanya gagal, justru banyak negara lain ingin meniru Pramuka di Indonesia. Pramuka di Tanah Air memiliki anggota yang sangat banyak dibandingkan negara-negara lainnya, yakni sekitar 17 juta orang. Hal itulah yang menarik perhatian negara lain, sehingga mereka ingin meniru Pramuka Indonesia.

"Yang lain ingin tahu tentang Pramuka yang berbasis sekolah seperti yang banyak berkembang di Indonesia. Kalau di negara lain kebanyakan Pramuka itu berbasis komunitas," ujar Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Menurut dia, jumlah anggota Pramuka Indonesia yang demikian besar adalah karena setiap pelajar otomatis menjadi anggota Pramuka. Selain karena jumlah penduduk Indonesia yang besar.

Selama ini, lanjut Azrul, Indonesia bersama kepanduan lain dari berbagai negara sering kali mengikuti pelatihan bersama. Di saat lain Indonesia dan negara-negara lain saling mengundang ketika digelar acara semacam jambore nasional.

"Dalam Pramuka sebenarnya tidak ada belajar hal baru dari negara lain, karena semuanya sebenarnya sama. Standar. Jadi yang ada adalah saling lihat, misalnya dengan mengikuti kegiatan mereka, ikut jambore mereka," tutur mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ini.

Pramuka Indonesia, tambahnya, berapa kali mengirim beberapa anggotanya untuk mengikuti berbagai pelatihan. Misalnya saja pelatihan komunikasi di Bhutan dan pelatihan tentang community based. Jambore negara lain yang pernah diikuti Pramuka Indonesia antara lain Jambore di Korsel tahun 2010.

"Saat Jambore di Indonesia, bisa sampai 10 atau 15 anggota Pramuka dari negara lain yang ikut serta. Biasanya kita undang mereka. Kita undang yang dari ASEAN dan negara sahabat," kata Azrul.

(vit/nrl)

Sumber :http://www.detiknews.com/read/2010/09/15/120400/1440908/10/negara-lain-justru-ingin-meniru-pramuka-indonesia
read more “Negara Lain Justru Ingin Meniru Pramuka Indonesia”

Biaya Studi Banding Pramuka Sudah Diatur di SK Menkeu


Jakarta - Seluruh biaya perjalanan anggota Panja Pramuka Komisi X DPR yang pergi studi banding ke tiga negara sudah diatur di dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan. Biaya itu juga termasuk uang saku serta sewa hotel.

"Anggota DPR itu ke luar negeri sudah sesuai dengan aturan perjalanan dinas yang ada di SK Menkeu," jelas Ketua DPR Marzuki Alie di kantornya, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

"Jadi surat keputusan Menkeu sudah mengatur uang harian termasuk hotel di sana," lanjut Marzuki.

Marzuki berharap publik jangan keburu curiga dengan apa yang dilakukan oleh anggota Dewan. Untuk menyelesaikan sebuah RUU, anggota Dewan memerlukan banyak referensi. Selain itu, para legislator tersebut pergi dengan membawa Daftar Inventaris Masalah (DIM).

"Jangan dilihat mereka ke luar negeri sebagai pemborosan, mereka melakukan pengabdian kok," tegas Marzuki.

Marzuki meminta agar anggota Dewan akan menjelaskan berbagai polemik yang keburu muncul seiring keberangkatan mereka. "Kalau ada masalah, saya minta mereka jelaskan," ujar politisi PD ini.

Berdasarkan informasi situs resmi DPR, posisi pimpinan Panja Pramuka dipegang oleh Mahyuddin (FPD), Rully Chairul Azwar (FPG), Heri Akhmadi (FPDIP), dan Abdul Hakam Naja (FPAN).

Sementara anggota Panja adalah :

1. Parlindungan Hutabarat (FPD)
2. Theresia EE Pardede (FPD)
3. Venna Melinda (FPD)
4. Rinto Subekti (FPD)
5. Jefirstson R Riwu Kore.
6. Kahar Muzakir (FPG)
7. Zulfadhli (FPG)
8. Popong Otje Djunjunan (FPG)
9. Hetifah (FPG)
10.Puti Guntur Soekarno (FPDIP)
11.Utut Adianto (FPDIP)
12.Wayan Koster (FPDIP)
13.Sri Rahayu (FPDIP)
14.Akbar Zulfakar (FPKS)
15.Primus Yustisio (FPAN)
16.Reni Marlinawati (FPPP)
17.Hisyam Alie (FPPP)
18.Hanif Dhakiri (FPKB)
19.Noura Dian Hartarony (Fraksi Gerindra)
20.Herry Lontung Siregar (Fraksi Hanura)

(mok/nrl)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/15/130346/1440950/10/biaya-studi-banding-pramuka-sudah-diatur-di-sk-menkeu
read more “Biaya Studi Banding Pramuka Sudah Diatur di SK Menkeu”

Kwarnas Berharap Panja Pramuka DPR Selesaikan UU Usai Studi Banding


Jakarta - Panja Pramuka DPR sedang studi banding ke luar negeri. Kegiatan ini mendapat banyak sorotan. Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka berharap setelah Panja DPR menyelesaikan studi bandingnya, UU Pramuka bisa segera dibereskan.

"Silakan saja, itu bagian dari pekerjaan dia. Menurut saya sih baik saja belajar. Yang penting bagaimana paham dan bisa mengesahkan (UU)," ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Kata dia, jika Panja Pramuka DPR menganggap pengetahuannya tentang seluk beluk kepramukaan masih kurang dan ingin belajar, maka studi komparasi bisa dilakukan. "Kalau untuk perbaiki ya silakan," imbuhnya.

Soal negara tujuan studi banding, itu kewenangan DPR untuk memilih. Asal tujuannya baik, menurut Azrul, hal itu tidak masalah.

Dia menambahkan, kegiatan Pramuka itu standar. Semua kegiatan kepanduan dasarnya adalah dari Baden-Powell. Pada intinya Pramuka itu mengajarkan perbuatan baik setiap hari, seperti rela dan ikhlas menolong orang sekitar.

Yang menyedihkan adalah anak-anak sekadar memakai baju Pramuka tanpa dikenalkan dengan bagaimana seorang Pramuka itu. Padahal dalam Pramuka diajarkan nilai-nilai hidup.

"Dengan Pramuka ada kesibukan sehingga tidak ada waktu berpikir macam-macam, tidak terjebak dengan narkoba, bisa berlatih kepemimpinan. Pramuka tulen itu tegas dan santun," imbuh Azrul.

Azrul yakin, kegiatan komparasi seperti yang dilakukan Panja Kepramukaan pasti ada manfaatnya. "Kalau mereka anggap itu perlu untuk bikin RUU ya nggak apa-apa. Layak saja," lanjutnya.

UU ini penting, mengingat selama ini dasar hukum Pramuka hanyalah Keppres. Padahal di banyak negara seperti Bangladesh, India, Afrika Selatan sudah memiliki UU Pramuka.

"Mereka sudah punya UU semua. Ini penting agar Pramuka sebagai organisasi pendidikan, bukan organisasi kepemudaan diakui oleh UU. Kenapa diatur UU? Karena peranan besar dalam pembentukan karakter, jadi perlu pengaturan," sambung Azrul.

(vit/mok)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/15/182748/1441309/10/kwarnas-berharap-panja-pramuka-dpr-selesaikan-uu-usai-studi-banding?n991103605
read more “Kwarnas Berharap Panja Pramuka DPR Selesaikan UU Usai Studi Banding”

Pramuka Indonesia Terpinggirkan karena Dianggap Produk Orba


Jakarta - Meskipun banyak dilirik negara lain sebagai contoh, namun sulit ditolak popularitas Pramuka di Indonesia terus merosot. Hal ini karena Pramuka dianggap produk peninggalan Orba.

Saat reformasi digulirkan, Pramuka di Indonesia seakan redup. Pramuka seolah dipinggirkan dengan berdirinya pandu-pandu baru yang berbasis kelompok tertentu. Maklum, masih ada yang berpandangan Pramuka adalah peninggalan Orde Baru.

"Pramuka menjadi dipinggirkan seperti Posyandu. Ada upaya mendirikan pandu baru, karena Pramuka dianggap produk Orde Baru," kata Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Prof. Dr. dr. Azrul Azwar kepada detikcom, Rabu (15/9/2010).

Meskipun jumlah anggota Pramuka di Indonesia besar yakni 17 juta orang, namun Azrul mengakui adanya kemunduran kegiatan bila dibandingkan saat masa Orde Baru. Setelah disadari akibat Pramuka tidak jalan jadi banyak anak-anak yang tawuran, berkelahi, terkena narkoba, dan sebagainya barulah Presiden SBY merevitalisasinya pada 2006.

"Kita memperbaiki kurikulum, metode pendidikan Pramuka, materi, juga membenahi gugus depan," imbuh Azrul.

Ditambahkan dia, metode pendidikan Pramuka adalah dengan memanfaatkan alam terbuka, bukan pendidikan seperti kuliah. Bentuknya adalah dengan menggunakan macam-macam permainan seperti morse, tali temali, dan mencari jejak.

"Kita juga sudah mulai mengembangkan pelatihan kepada Pramuka yang memberikan manfaat untuk pekerjaan, misalnya pelatihan komputer," lanjut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ini.

Pramuka Indonesia adalah Pramuka yang besar. Sebab anggotanya mencapai jumlah 17 juta. Sekitar 1,5 juta di antaranya adalah orang dewasa yang bertindak sebagai pembina.

Nasib Pramuka mencuat setelah Komisi X DPR membuat Panja RUU Pramuka. Panja ini studi banding ke Jepang dan Korsel yang organisasi kepanduannya berhasil dan ke Afsel, yang kepanduannya tidak berkembang. Hasil studi banding ini digunakan untuk penyusunan RUU Pramuka.

(vit/nrl)
Sumber: http://www.detiknews..com/read/2010/...ap-produk-orba
read more “Pramuka Indonesia Terpinggirkan karena Dianggap Produk Orba”

Selasa, 29 Juni 2010

Menpora akan Buat Gerakan Pramuka Lebih "Seksi"


Pemerintah berencana merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang saat ini sudah tidak lagi populer. Revitalisasi itu supaya nantinya gerakan Pramuka kembali hidup dan diminati oleh kalangan pelajar atau masyarakat.

"Memang ada persoalan-persoalan di Pramuka yang harus kita benahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih seksi, lebih menarik bagi anak muda," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

Hal itu dikatakan dia usai mengikuti rapat mengenai "Revitalisasi gerakan Pramuka untuk pembangunan karakter bangsa" di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).

Menurut Andi, saat ini para pemuda lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor seperti olahraga ekstrem, rafting, outbond dan sebagainya. Padahal itu adalah kegiatan-kegiatan yang sejatinya ada di dalam kepramukaan.

Andi mengatakan, untuk merevitalisasi gerakan Pramuka itu, pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Misalnya pemerintah akan mengadakan training bagi para pelatih-pelatih kepramukaan. Nantinya, para pelatih tersebut akan diterjunkan ke tiap gugus depan (gudep), yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.

"Sekarang ini 90 persen dari gudep pramuka itu ada di sekolahan-sekolahan. Nah, ini kita mulai untuk training for trainers, action plan yang jelas supaya pramuka ini betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali, menjadi salah satu pilihan utama bagi orang-orang muda untuk mengaktualisasikan dirinya," mantan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat ini

Selain itu, lanjut Andi, ia akan berusaha membujuk para tokoh-tokoh masyarakat yang dulu bergelut dengan Pramuka kini menjadi orang sukses. Hal ini untuk memperlihatkan kepada kalangan yang potensial mengikuti kegiatan itu supaya lebih bersemangat.

Andi merasa, gerakan Pramuka sangat luar biasa karena mengajarkan nilai-nilai yang bagus bagi anggotanya. Para pejabat yang ikut dalam rapat, antara lain Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saling mengenang mengenai kegiatan Pramuka yang pernah diikuti semasa sekolah.

"Misalnya dulu waktu pramuka punya buku saku, lalu kemudian tiap hari di buku saku menulis hal baik apa yang sudah aku lakukan hari ini? Karena harus berbaik kepada setiap manusia. Harus siap membantu orang tua, sesama, dan sebagainya coba liat Dasa Dharma Pramuka, luar biasa kan?" cetus mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

Namun, ketika ditanya apakah masih hafal Dasa Dharma Pramuka itu, Andi tidak menyebutkan dan hanya tertawa saja. Menurutnya, bukan masalah hafal atau tidak melainkan bagaimana mengimplementasikan janji tersebut dalam kegiatan Pramuka dan kehidupan sehari-hari.

"Ha ha ha. Sudah lama itu Dasa Dharma dan segala macam. Tapi mari kita lihat ini nilai-nilai yang semua harus kita semua harus kita..., bukan untuk menghafal tapi bagaimana mengimplementasikan bersama dalam berbagai macam kegiatan kepramukaan," tutup Andi. ( Sumber Berita: www.detiknews.com)
read more “Menpora akan Buat Gerakan Pramuka Lebih "Seksi"”

Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia tidak Kalah dengan Jambore Dunia di Inggris


Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Pagaruyung tidak kalah dengan kegiatan dunia yang digelar di Inggris tahun 2007 lalu. Bahkan Jambore Budaya yang satu-satunya di dunia ada di Tanah Datar pelaksanaanya benar-benar luar biasa.

Demikian sambutan Kwarnas diwakili Joko Mursito yang membidangi Kepala Lembaga Nasional dalam acara malam ramah tamah Bupati tanah Datar dengan Pesuruh Pengagakap, Pandu Putri Malaysia, 76 orang KMKM, serta Kwarnas Pusat Kamis (10/6/2010).

Lebih lanjut Joko mengatakan, fasilitas yang ada dalam JBSIM tidak kurang dengan Jambore Dunia yang dilaksanakan di Inggris. Baik ditinjau dari sarana dan prasarana maupun sarana pendukung lainnnya. Salah satunya tentang kecukupan air bersih. Peserta JBSIM dapat melaksanakan aktivitas mandi, cuci dan kakus dengan lancar.

Sementara pelaksanaan JBSIM yang sangat luar biasa, masalahnya dapat menyatukan dua bangsa serumpun dalam satu kegiatan, setiap peserta terlihat sangat ceria. Diharapkannya kegiatan ini benar-benar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehar-hari khususnya bagi semua peserta.

Ketua Pesuruh Pengakap Negara Malaysia Dato Kharudin Bin Mo�min mengatakan, warga Malaysia yang datang ke Tanah Datar benar-benar seperti datang ke ke negeri sendiri. Hal itu terlihat mulai dari saat kedatangan yang tidak mau di sambut, dilayani, bahkan kemana-mana pergi sendiri, naik ojek sendiri. Hal itu menandakan kalau Indonesia-Malaysia serumpun dan tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, bila orang Sumatra Barat yang datang ke Malaysia bukanlah dianggap sebagai tamu ataupun musafir, tetapi saudara atau dunsanak yang datang dari kampung. Untuk itu warga Malaysia berkewajiban melayani dunsanak yang datang dengan sebaik-baiknya. Baik dari segi tempat tinggal maupun makanan.

"Terutama bila ada dusanak kita dari Sumbar yang kehabisan ongkos harus dikasih ongkos untuk pulang," ujarnya.

Berbicara mengenai pelaksanaan JBSIM, Negara Malaysia sangat menyambut baik, terbukti hampir semua Negeri di Malaysia mengirim pengakapnya ke Tanah Datar. "Kalau salero jan ditanyo," ucapnya sambil bercanda. Menurut Kharudin, Pengakap di Malaysia benar-benar wadah untuk berlajar asas-asas kehidupan sehari-hari, terutama belajar budi pekerti. Menurutnya budi adalah senjata,kalau budi rusak, maka alamat bangsa akan hancur.

Masih menurut Khairudin, pengakap di Malaysia banyak sekali yang berminat, pengakap mulai dari umur 15-40 tahun, tetapi ternyata orang-orang tua yang sudah uzur juga tertarik masuk ke pengakap. "Kita tetap sediakan wadah untuk mereka, meski sudah tidak dapat bekerja keras lagi, maka tidak heran bila di Malaysia ada pengakap yang sudah berumur lebih dari 95 tahun," ujarnya yang saat bersamaan salah satu pengakap berumur 95 tahun diminta berdiri.

Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe selaku tuan rumah JBSIM mengucapkan terim akasih kepada pengakap yang sudah datang, dalam hal ini dengan segala keterbatasan, Pemkab berusaha memberikan yang terbaik pada semua peserta, semoga sarana dan prasana yang ada tidak membuat peserta kecewa.

Disamping itu bupati mengharapkan rangkaian kegiatan yang ada dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sementara untuk kegiatan seminar budaya yang sudah berlangsung sejak kemaren benar-benar dapat merumuskan poin-poin yang sangat bermanfaat bagi kedua negeri serumpun.

Ketua Pelaksana JBSIM Aulizul Syuib mengatakan Sabtu (12/6/2010) merupakan puncak acara dua bangsa serumpun. Di samping dilaksanakan kegiatan penutupan oleh Jero Wacik, juga akan diadakan karnaval. Dalam karnaval ditampilkan seluruh pakaian adat dari masing-masing daerah yang ikut dalam pelaksanaan JBSIM. (sumbe www.pramuka.or.id/berita.php?mod=beritaSelengkapnya&kd_berita=426&flag=berita
read more “Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia tidak Kalah dengan Jambore Dunia di Inggris”

Menpora Andi Malaranggeng : Jadikan Kekayaan Budaya Serumpun Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan


Menpora (Menteri Pemuda dan Olah Raga) Andi Malaranggeng menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia, mengingat dengan berjambore di Istano Basa Pagaruyung ini kembali mengingatkan kita bahwa kita bersaudara serumpun, rumpun melayu, meskipun kita memiliki bangunan negara masing-masing.

"Saya berharap, kekayaan budaya serumpun dapat dijadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan peradaban di dunia, terutama diawali dengan kerukunan dan rasa persaudaraan diantara kedua bangsa yang besar ini," kata Menpora Andi Malaranggeng ketika membuka Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia di depan Istano Basa Pagaruyung Selasa (8/6).

Jambore Budaya Serumpun dapat dijadikan sebagai pijakan awal kedua belah pihak untuk saling menghormati dan menghargai masing-masing karya anak bangsa dilingkungan negara-negara ASEAN. Yang tak kalah pentingnya, jambore ini dapat dijadikan sebagai tonggak sejarah budaya-budaya serumpun, hingga dikenang dan dinikmati oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Sebelumnya Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe melaporkan, kegiatan Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia dilaksanakan tanggal 8 s/d 12 Juni 2010, dengan motto Dekat di Mata Dekat di Hati, yang maksudnya antara Indonesia dengan Malaysia tidak hanya sekedar berdekatan secarta geografis, tetapi juga dekat di hati berdasarkan sejarah.

Peserta Jambore Budaya Serumpun terdiri dari 617 Pengakap Malaysia, 60 Pandu Puteri serta 1100 Pramuka Indonesia dari 8 propinsi di Sumatera, kabupaten kota di Sumatera Barat serta kecamatan di Tanah Datar serta daerah yang berminat khusus lainnya.

Bupati Shadiq selanjutnya mengatakan, dalam kegiatan jambore ini ditampilkan kegiatan kepanduan dan kegiatan kebudayaan. Untuk kegiatan kepanduan berupa aktivitas keterampilan dan ketangkasan generasi muda serta kegiatan kebudayaan terdiri dari penampilan seni kontingen, pentas seni rakyat, workshop alat musik tradisional, pencak silat, masakan tradisional, karnaval, jelajah budaya, tour wisata, temu tokoh serta seminar dan malam budaya serumpun.

Pembukaan Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia ini ditandai dengan acara melepas balon serta pemasangan tanda peserta yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Bumi Perkemahan Pagaruyung. (sumber berita: www.pramuka.or.id/berita.php?mod=beritaSelengkapnya&kd_berita=424&flag=berita
read more “Menpora Andi Malaranggeng : Jadikan Kekayaan Budaya Serumpun Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan”

Minggu, 13 Juni 2010

Peserta Jambore Budaya di Perkemahan Pagaruyung Terjalin Hubungan Akrab “ Dekat Dimata Dekat Dihati”


Suasana akrab mulai terasa saat kedua kontingen membaur melantunkan tembang bangsa serumpun, dalam rangkaian acara pembukaan jambore Budaya Serumpun “Indonesia-Malaysia” di halaman depan Istano Basa Pagaruyung Selasa lalu.

“Selat Malaka kini tidak lagi berperan memisahkan antara bangsa Indonesia dan Malaysia, akan tetapi menghubungkan kedua bangsa serumpun” tutur Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng dalam kata sambutannya ketika membuka secara resmi jambore internasional ini.
KEsan_Peserta_JAmbore_2

Sesuai dengan motto yang diemban “dekat dimata dekat dihati”, maka pelaksanaan jambore Budaya Serumpun yang dilaksanakan di bumi perkemahan Pagaruyung ini, antara Indonesia dan Malaysia yang selama ini “jauh dimata” akan pupus setelah kedua keluarga besar kepanduan berkumpul di tanah asal Pagaruyung yang juga merupakan pusat pemerintahan Luhak nan Tuo ini.

Jambore Budaya Serumpun ini juga berperan sebagai momen untuk merajut kembali tali kasih antara dua bangsa serumpun Melayu yang telah (barangkali) merasa kangen untuk saling melepas rindu secara langsung lewat pagelaran seni budaya tradisi, suguhan makanan spesifik, menikmati keindahan lokasi wisata serta seminar budaya.

Bila dalam jambore pramuka biasa, para peserta dominasi melaksanakan kegiatan kepanduan dalam berbagai keterampilan, sementara jambore budaya kali ini lebih dominasi kearah kegiatan seni budaya tradisi, yang mempertunjukkan seni budaya dari daerah asal masing-masing peserta.

Kesan_Peserta_Jambore_3
Di lokasi perkemahan persis komplek Istano basa Pagaruyung yang baru saja selesai dibangun setelah pasca kebakaran beberapa waktu silam, ada pertunjukan musik tradisional, dari tuan rumah menampilkan musik tradisi tongtong mangguguah dari nagari Balimbiang, sendra tari Lareh Simawang, randai Sari Melan,tari piriang tradisi, seni dabuih, Lukah gilo,Simuntu dari Andaleh, malam bagurau saluang dendang dan lain sebagainya.(Dishubkominfo-Emrizal)
read more “Peserta Jambore Budaya di Perkemahan Pagaruyung Terjalin Hubungan Akrab “ Dekat Dimata Dekat Dihati””

Selasa, 01 Juni 2010

Wabup Aulizul : Citra Indonesia Dipertaruhkan pada Panitia Jambuser Indomal 2010


Wabup Tanah Datar Drs.H.Aulizul Syuib, MSi semakin menggenjot kinerja Panitia Pelaksana Jambuser Indomal (Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia) 2010, setelah hari “H” semakin dekat. Tidak tanggung-tanggung, Aulizul yang juga Kakwarcab 04 Tanah Datar ini nada suaranya kian meninggi tatkala sebahagian panitia masih santai menghadapi kegiatan berskala internasional tersebut.

“Kita selaku Panitia Pelaksana Jambore Budaya Serumpun mempertaruhkan citra Indonesia dimata Negara tetangga Malaysia,” kata Wabup Aulizul ketika memimpin rapat evaluasi persiapan Jambuser Indomal 2010 di Dinas Budpar Tanah Datar Senin (31/5).

Ia mengingatkan, masa persiapan untuk menyukseskan jambore ini tinggal lima hari lagi, mengingat tanggal 5 Juni 2010 peserta jambore dari Malaysia sudah berdatangan di Batusangkar Kota Budaya. Betapa malunya Indonesia, jika kita yang dipercaya sebagai tuan rumah gagal melaksanakan even yang baru pertama kali digelar dinegara tercinta ini.

“Untuk itu, mulai hari ini saya ingatkan kepada Ketua Bidang, termasuk Bidang Perkemahan dan Kegiatan lainnya agar proaktif untuk sama-sama menyukseskan kegiatan ini,” kata yang sore itu masih mengenakan pakaian pramuka lengkap.

Kepada Bidang Humas dan Protokol Wabup menekankan, segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan wartawan, baik itu kartu indentitas maupun media centre, mulai besok sudah harus dilengkapi. Kerja sama dengan media massa perlu dijalin sebaik mungkin, karena merekalah yang akan “Marantang Panjang dan Mangambang Laweh”.

Kecuali itu, Mobil Unit Penerangan atau lebih popular dengan sebutan mobil halo-halo masih belum bekerja secara maksimal. Jika ada permasalahan dalam mengoperasikannya silahkan sampaikan kepada Sekretaris Umum Muzuar, baik itu yang berkaitan dengan BBM maupun yang lainnya, sehingga penjelasan kepada masyarakat bisa nyambung.(Humas/WD)
read more “Wabup Aulizul : Citra Indonesia Dipertaruhkan pada Panitia Jambuser Indomal 2010”

Kamis, 27 Mei 2010

LPK I di Kwarran 04.12 Lintau Buo Utara



Kwartir Ranting (Kwarran) 04.12 Gerakan Pramuka Lintau Buo Utara angkatkan Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) I. Bertempat di Sekretariat Kwarran Lintau Buo Utara, 22-23 Mei 2010. acara yang terselenggara atas kerjasama DKR Lintau Buo Utara dengan Dewan Kerja cabang (DKC) 04 Gerakan Pramuka Kabupaten Tanah Datar. Acara ini dihadiri sebanyak 38 orang, yang sebelumnya direncanakan akan diikuti sebanyak 53 orang peserta. Peserta merupakan Penegak se-Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, dari utusan sekolah dan grup randai Lintau Buo Utara, serta ditambah dengan beberapa orang anggota DKR Lintau Buo Utara.
Acara yang baru pertama kali diadakan ini diharapkan nantinya dapat menjadi agenda rutin dan berkelanjutan sebagai program kerja DKR Lintau Buo Utara. Kegitana selama dua hari, dan dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Ranting (Ka. Kwarran) Lintau Buo Utara, Dessem Sumat Jawatri, S.Pd. belangsung lancar dan sukses. Peserta tampak begitu antusias mengikuti acara ini. "Sejak acara dimulai, kami sangat serius mengikutinya" ungkap Atika salah seorang peserta. Dimana puncaknya pada saat materi Teknik Memimpin Diskusi/Persidangan dan Menngambil Keputusan yang disampaikan oleh Ketua DKC 04 Tanah Datar Kakak Yhohannes Neoldy dan dampingi Kakak Anggi dan Kakak Hebby anggota DKC lainnya. Selain itu, pemateri lainnya adalah Kakak Syafridar, S.Pd., M.Si., Andalan Ranting dan merupakan Pembina Pramuka SMA 1 Lintau.
"Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pramuka penegak pandega Lintau Buo Utara, khususnya untuk DKR dalam hal kepemimpinan dan manajemen organisasi" tambah Anggi, Purna DKR Lintau Buo Utara.

Alasan diangkatkannya kegiatan ini menurut Merdika Putra, Ketua DKR Lintau Buo Utara, karena selama ini belum ada kegiatan seperti ini untuk Penegak. Hanya ada Latihan Kepemimpinan Dasar (LKS) disekolah-sekolah (gudep) masing-masing. "Semoga sukses ilmu yang didapat, bisa dibawa dan dimanfaatkan ke gudep masing-masing, karena pramuka tidak hanya sekedar organisasi tapi juga untuk kehidupan sehari-hari, khususnya di daerah Lintau Buo Utara" tambahnya.
Senada dengan ungkapan Ketua DKR, Ketua DKC Tanah Datar Kakak Yhohannes Neoldy menambahkan bahwa "Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk anggota pramuka, karena mereka akan dapat lebih mengerti dan paham arti pramuka itu". (Hebby)
read more “LPK I di Kwarran 04.12 Lintau Buo Utara”

Selasa, 18 Mei 2010

JAMBORE BUDAYA SERUMPUN INDONESIA MALAYSIA 8 – 12 JUNI 2010 “Mengenal Pagaruyung Negeri Ibuku”


Pagaruyung, sebuah negeri di Ranah Minangkabau yang dikenal sebagai pusat adat dan budaya Minangkabau. Di sini terdapat banyak situs budaya dan peninggalan sejarah Minangkabau, seperti Istano Basa Pagaruyung, Istano Si Linduang Bulan, Ustano Rajo (makam raja-raja), Prasasti Adityawarman, Rumah Gadang Bundo Kanduang, Bukik Batu Patah dan lain sebagainya. Kita juga mengenalnya sebagai pusat budaya Melayu atau “the heart of Malay world” .

Pagaruyung yang terletak di Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat selama ini telah bertali darah dengan Malaysia karena pada abad ke-18 pernah dilakukan pengiriman raja sebanyak tiga kali ke Negeri Sembilan Malaysia, yaitu Raja Malewar, Raja Hitam dan Raja Lenggang. Nama Pagaruyung tidak asing lagi di negara dua serumpun nan bersaudara ini. Pada masa lalu hubungan bathin itu sangat dekat sekali sehingga antara Indonesia dan Malaysia bagaikan dua saudara. Memang pada dasarnya keduanya tidak terpisah, akan tetapi dihubungkan oleh Selat Malaka. Bahkan ke depan keduanya akan senantiasa menyatu dalam hubungan baik yang penuh keakraban. Semoga akan terwujud “dekat di mata dan dekat di hati” .

Untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi antara dua saudara ini, maka diraciklah sebuah pertemuan akbar yang disebut dengan Jambore Budaya Serumpun Indonesia – Malaysia yang akan digelar pada tanggal 8 sampai dengan 12 Juni 2010 di bumi perkemahan Istano Basa Pagaruyung. Nanti akan berkumpul 2500 orang Pramuka, Pengakap dan Pandu Putri di bumi Pagaruyung nan permai dan penuh nuansa sejarah itu. Mereka terdiri atas 1100 orang Pramuka Indonesia, 1000 orang Pengakap Malaysia dan 400 orang Pandu Putri Malaysia. Di samping itu juga akan datang berkunjung sekitar 500 orang dewasa non pramuka yang akan hidup bersama masyarakat Pagaruyung untuk mengenal adat budaya tradisional yang masih dilakukan di Pagaruyung. Mereka yang tergabung dalam Kunjungan Muhibah Keluarga Malaysia (KMKM) ini akan “pulang kampung ke negeri asal” untuk mengenal kembali sejarah dan budaya nenek moyangnya. Mungkin ada yang ingin merasakan pengalaman di bumi Minangkabau, memasak makanan tradisional Minangkabau, menyaksikan seni budaya anak nagari dan mengunjungi berbagai objek wisata.

Jambore Budaya Serumpun Indonesia – Malaysia adalah pertemuan generasi muda dua bangsa serumpun untuk saling menjalin keakraban dan persaudaraan. Selain melakukan kegiatan kepramukaan, maka cukup banyak juga dilaksanakan acara-acara yang bernuansa budaya, baik dari Indonesia sendiri maupun dari negeri seberang Malaysia. Pada waktu itu akan diselenggarakan penampilan seni tradisional Minangkabau, seperti Tari Piring di Atas Kaca, Tari Piring di Atas Telur, Tari Pasambahan, Lukah Gilo, Dabuih, Randai, Saluang Dendang, nyanyi Minangkabau dan Pacu Jawi. Semua dikemas dengan sangat menarik sehingga seluruh peserta jambore akan mengenal dan merasakan lansung seni budaya tradisional Minangkabau itu. Bahkan juga akan disuguhkan demonstrasi alat musik tradisional serta seni bela diri pencak silat beserta filosofinya.

Untuk melengkapi jambore budaya ini juga akan ditampilkan acara temu tokoh adat dan budaya Minangkabau sehingga seluruh peserta jambore dari dua negara dapat bertanya jawab tentang sistim Matrilineal (garis keturunan menurut garis ibu) dan filosofi-filosofi Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” yang sudah terkenal itu. Kemudian juga akan digelar Seminar Internasional Dua Negara Serumpun yang akan menampilkan nara sumber dari tokoh-tokoh Nasional Indonesia dan Malaysia. Dari seminar tersebut diharapkan akan lahir pointer-pointer tentang hubungan baik kedua negara di masa datang, tidak ada lagi saling mencurigai, tidak ada lagi kesalahpahaman dan semua “berdiri sama tinggi duduk sama rendah” dalam pergaulan sehari-hari. Indonesia dan Malaysia adalah satu rumpun Melayu dan bersaudara.

Pagaruyung terletak di Kabupaten Tanah Datar dan tepat di tengah-tengah Propinsi Sumatera Barat. Negeri nan elok dan indah ini tidak jauh dari kota-kota lainnya, seperti dari Bukittinggi 40 Km (satu jam perjalanan), Padang Panjang 33 Km (45 menit perjalanan), Sawahlunto 40 Km (satu jam perjalanan), Payakumbuh dan Lima Puluh Kota 35 Km (45 menit perjalanan), Solok 50 Km (75 menit perjalanan) dan Muaro Sijunjung 50 Km (75 menit perjalanan) serta Padang 100 Km (dua jam perjalanan). Semua serba dekat dan akses jalan raya juga sangat baik dan lancar. Oleh sebab itu seluruh peserta jambore dan KMKM akan dibawa tour wisata ke berbagai objek wisata dan pusat-pusat kerajinan rakyat di Sumatera Barat, seperti ke Danau Singkarak, Danau Maninjau, Museum Sawahlunto, Pandai Sikek dan lain sebagainya.

Jambore Budaya Serumpun adalah nukilan sejarah dua bangsa bersaudara, Indonesia dan Malaysia. Untuk mendukung acara ini maka juga ikut serta utusan pramuka dari seluruh propinsi yang ada di Pulau Sumatera, utusan pramuka dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat. Kegiatan ini didukung penuh oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Kementrian Pemuda dan Olah Raga Indonesia, Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat di Tanah Datar dan unsur swasta lainnya (Alfian Jamrah/yusrizal).

Marilah Kita Sukseskan

Jambore Budaya Serumpun Indonesia – Malaysia

8 – 12 Juni 2010

Marilah Kita Mengenal Pagaruyung Negeri Ibuku
read more “JAMBORE BUDAYA SERUMPUN INDONESIA MALAYSIA 8 – 12 JUNI 2010 “Mengenal Pagaruyung Negeri Ibuku””

Kamis, 29 April 2010

JAMBORE BUDAYA SERUMPUN INDONESIA –MALAYSIA TANAH DATAR AJANG MENINGKATKAN SILATURRAHMI DUA NEGARA SERUMPUN


YBHG. Dato’ Haji Kaharudin Bin Momin Ketua Pesuruhjaya Pengakap Negara Malaysia Mengatakan “Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia Tahun 2010, adalah ajang generasi muda dua negara rumpun melayu untuk saling memahami bahwa mereka itu bersaudara dan lahir dari akar budaya yang sama yakni bangsa melayu”.

Hal ini dikatakan Dato Kahar (red) didampingi Ketua Pesuruhjaya Pandu Putri Malaysia Datin Hjh. Zalilah dan Ketua Kontingen Pengakap Malaysia ke Jambore Budaya Serumpun Pagaruyung Dato Kade yang sehari-hari juga Ketua Pesuruhjaya Pengakap Negeri Sembilan, dalam musyawarat antara delelegasi Indonesia Panitia Penyelenggara Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia Tahun 2010 dipimpin Wakil Bupati Tanah Datar H. Aulizul Syuib dengan Para Pengakap Diraja Malaysia di Pejabat Persekutuan Pengakap Malaysia Sabtu 23 April 2010, dihadiri Penolong Pesuruh Jaya Pengakap Malaysia, 17 orang Ketua Pengakap Negeri Malaysia dan 9 Anggota Delegasi Indonesia ke Malaysia. Juga hadir utusan Duta Besar Ri di Kuala Lumpur Widdyarka Rivananta.

Disamping itu menurut Kaharudin, Jambore Budaya Serumpun ini disambut baik Persekutuan Pengakap Malaysia, hal ini dibuktikan dengan setiap Pengakap Negeri Malaysia akan mengirim delelegasinya ke helat akbar tersebut, sampai hari ini telah terdaftar sekitar enam ratus lima puluh orang pramuka usia 13-18 Tahun dan 300 orang pandu putri serta sekitar enam ratus orang Peserta Kunjungan Muhibah Keluarga Malaysia (KMKM) yang akan menginap dan tinggal di rumah-rumah penduduk (home stay-red) di Pagaruyung selama Jambore Berlangsung 8-12 Juni 2010. “Jumlah ini akan terus bertambah sampai batas akhir pendaftaran 15 mei mendatang”, tegas Dato Kahar lebih lanjut.

Ketua Panitia Pelaksana Jambore H. Aulizul Syuib dalam sambutannya mengatakan Persiapan Pelaksanaan helat Akbar Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia yang akan digelar pada tanggal 8 sampai dengan dua belas Juni 2010 mendatang telah memasuki persiapan akhir. Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia ini akan “memperkokoh hubungan Indonesia Malaysia” tegasnya, karena pada Jambore Budaya ini akan berkumpul 2500 orang Pramuka, Pengakap dan Pandu Putri di bumi Pagaruyung nan permai dan penuh nuansa sejarah itu.

Dikatakan, peserta Jambore terdiri 1100 orang Pramuka Indonesia, 1000 orang Pengakap Malaysia dan 400 orang Pandu Putri Malaysia disamping juga akan berkunjung sekitar 500 orang dewasa non pramuka yang akan hidup bersama masyarakat Pagaruyung untuk mengenal adat budaya tradisional yang masih dilakukan di Pagaruyung, yang tergabung dalam Kunjungan Muhibah Keluarga Malaysia (KMKM) yang “pulang kampung ke negeri asal” berkesempatan mengenal kembali sejarah dan budaya nenek moyangnya. Mungkin ada yang ingin merasakan pengalaman di bumi Minangkabau, memasak makanan tradisional Minangkabau, menyaksikan seni budaya anak nagari dan mengunjungi berbagai objek wisata.

H. Auliziul Syuib lebih jauh mengatakan Jambore Budaya Serumpun Indonesia – Malaysia adalah pertemuan generasi muda dua bangsa serumpun untuk saling menjalin keakraban dan persaudaraan. Selain melakukan kegiatan kepramukaan, panitia telah mempersiapkan acara-acara yang bernuansa budaya, justru itu diharapkan kepada Delegasi Pengakap Malaysia untuk mempersipakan berbagai seni budaya tradisi yang akan digelar di Jambore. Indonesia telah mempersiapkan berbagai penampilan seni tradisional Minangkabau, seperti Tari Piring di Atas Kaca, Tari Piring di Atas Telur, Tari Pasambahan, Lukah Gilo, Dabuih, Randai, Saluang Dendang, nyanyi Minangkabau dan Pacu Jawi. Semua dikemas dengan sangat menarik sehingga seluruh peserta jambore akan mengenal dan merasakan langsung seni budaya tradisional Minangkabau itu. Bahkan juga akan disuguhkan demonstrasi alat musik tradisional serta seni bela diri pencak silat beserta filosofinya.

Untuk melengkapi jambore budaya ini juga akan ditampilkan acara temu tokoh adat dan budaya Minangkabau sehingga seluruh peserta jambore dari dua negara dapat bertanya jawab tentang sistim Matrilineal (garis keturunan menurut garis ibu) dan filosofi-filosofi Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”. Kemudian juga akan digelar Seminar Internasional Dua Negara Serumpun yang akan menampilkan nara sumber dari tokoh-tokoh Nasional Indonesia dan Malaysia. Dari seminar tersebut diharapkan akan lahir pointer-pointer tentang hubungan baik kedua negara di masa datang, tidak ada lagi saling mencurigai, tidak ada lagi kesalahpahaman dan semua “berdiri sama tinggi duduk sama rendah” dalam pergaulan sehari-hari.

Tanah Datar yang dipercaya Kwarnas Gerakan Pramuka RI sebagai tuan rumah, telah siap dan bersungguh-sungguh menyukseskan Jambore budaya pertama di tanah air.Kunjungan ke Pengakap Malaysia ini, disamping memberikan report juga sekaligus menghimpun masukan-masukan dan ide-ide dari Pengakap Malaysia atas pennyelenggaraan iven ini. Semoga Dekat dimata dan dekat di hati menjadi kenyataan, Tegas Aulizul.
Ketua Pesuruhjaya Pandu Putri Malaysia Datin Hjh. Zalilah mengatakan “Memberikan sokongan sepenuhnya atas iven ini”, sekitar 300 orang pandu putri telah menyatakan untuk ikut. Sebenarnnya Pandu Putri dapat saja hadir lebih banyak namun karena bertepatan juga akan ada acara besar di Malaysia bersama Permaisuri Agung.
Duta Besar RI Kuala Lumpur diwakili Konsulat Informmasi Sosial dan Budaya Widyarka Ryananta dalam sambutannya menyatakan Kedutaan RI di Kualalumpur menyambut baik Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia ini, langkah positif yang diambil Pemerintah Indonesia melalaui Pemda Tanah Datar mengingat beberapa waktu belakangan terjadi mis informasi antar sesama generasi muda Indonesia Malaysia. (Dishubkominfo/ yusrizal_nd@yahoo.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dari kualalumpur Malaysia 230410).
read more “JAMBORE BUDAYA SERUMPUN INDONESIA –MALAYSIA TANAH DATAR AJANG MENINGKATKAN SILATURRAHMI DUA NEGARA SERUMPUN”

Jumat, 09 April 2010

CPNS Di Tanah Datar Wajib Ikuti KMD


Wakil Bupati Tanah Datar, H. Aulizul Syuib mengatakan, Pemerintah kedepan memerlukan manusia yang berkualitas yang melaksanakan roda pemerintahan, salah satu upaya adalah CPNS regenerasi pemerintahan perlu dibekali Kursus Mahir Dasar (KMD) kepramukaan.

Tujuan dibekalinya KMD bagi CPNS adalah agar CPNS merupakan regenerasi pelaksana dan calon pemimpin di pemerintahan menjadi lebih berkualitas, ungkap Wabup, H. Aulizul Syuib dalam pengarahannya pada acara Masa Orientasi CPNS Tanah Datar, rabu kemaren di Aula Kantor Bupati Tanah Datar .

Menurut Wabup, mulai sekarang CPNS harus berfikir bagaimana agar setiap pegawai menjadi lebih berguna selama dalam dinas dan berguna setelah keluar dari Kepagawaiannya (pensiun). semua itu harus memiliki 3 indikator sebagai pagawai bekualitas.

Dari tiga indikator tersebut, diantaanya adalah faktor personality , pegawai dalam kesehariannya mengejar sesuatu dengan niat beribadah, apapun yang dikerjakan hanya untuk beribadah, sehingga dia mencintai profesinya itu, karena terkait dengan nilai-nilai agama yang menjadi indikator dari faktor personality (kepribadian).

Faktor Kapasity (kapasitas ) muatan terhadap diri yang bersifat ilmu dan kemampuan, semua harus banyak belajar memperdalam ilmunya dan ilmu lainnya sehingga seorang pegawai bila ditanya tidak ada yang menjawab tidak tahu sehingga akan banyak pegetahuan, jadi semua harus kreatif.

Human Relation, betapa hebatnya seseorang, tetapi Human Relationnya tidak ada, maka ia tidak akan berhasil untuk sebagai pimpinan, karena orang yang HR-nya baik maka akan mendapat kemudahan dalam usahanya melakukan tugas yang dibebankan kepadanya.

Kesehatan juga sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai, sebab, bagaimana dia akan dapat berfikir dan bekerja dengan baik bila dia sebagai Pegawai sakit-sakitan. jadi bagaimana agar pegawai dalam kondisi sehat, gesit, aktif dan kreatif serta santun, merupakan suatu Karakter yang baik bagi seorang pegawai.

Menurut Wabup, semua itu diajarkan di Pramuka, Pramuka merupakan cara dan jalan untuk menjadikan generasi menjadi berwatak, berkarakter. Dingatkan yang berpantang didalam kepegawaian antara lain memakai Narkoba, terkait dalam PP nomor 10, dan yang berkaitan dengan masalah moral yang akan menghilangkan citra pegawai, oleh sebab itu bekerjalah dengan baik tanpa punya beban, sehingga dapat bekerja dengan lebih baik.

Kebijakan Lokal dalam rangka membangun karakter pegawai akan dilaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka bagi CPNS yang akan dilaksanakan selama 3 hari di Bumi Perkemahan Bukit Gombak. (Humas-Veri)
read more “CPNS Di Tanah Datar Wajib Ikuti KMD”

Senin, 05 April 2010

ORARI TANAH DATAR SIAP SUKSESKAN JAMBORE BUDAYA SERUMPUN


Partisipasi seluruh komponen yang ada di kabupaten Tanah Datar untuk menyukseskan Jambore Budaya Serumpun tanggal 8 s/d 12 Juni 2010 terus berdatangan. ORARI Tanah Datar beserta organisasi terkait lainnya sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu kelancaran komunikasi guna menghadapi kegiatan bertaraf Internasional tersebut.

“Selaku organisasi sosial di bidang jasa komunikasi, ORARI, RAPI. PERAK dan KBRG siap menyukseskan Jambore Budaya Serumpun di Pagaruyung,” kata Ketua ORARI Tanah Datar H.Djamaris Malin Sutan, BA di Posko Jambore Budaya Serumpun di kantor Dinas Budpar Senin (29/3) malam.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Wabup Tanah Datar Aulizul Syuib, Ketua ORARI yang juga Ketua KBRG (Keluarga Besar Rumah Gadang) Tanah Datar ini selanjutnya mengatakan, untuk mendukung pelaksanaan tugas ini diperlukan Posko dan tambahan peralatan komunikasi.

Menurut Djamaris, seandainya peralatan tambahan ini dapat terpenuhi jangkauan komunikasi bukan hanya sebatas lokal semata, tetapi bisa menjangkau seluruh dunia, mengingat kita juga menggunakan jasa internet.

“Jangankan ke Malaysia, ke Amerika sekalipun kita bisa berkomunikasi dengan menggunakan alat yang cukup canggih ini,” tambah Djamaris Malin Sutan yang didampingi oleh Sekretarisnya Zainal Suparta, Ketua RAPI Tanah Datar Drs.Elwizar Barus, Ketua Perak Tanah Datar Nofitra Kemala dan segenap anggota lainnya.

Menanggapi usulan tersebut, Wabup Aulizul Syuib sangat merespon sekali jasa baik yang ditawarkan ORARI beserta Organisasi Komunikasi terkait lainnya. Kepada pengurus ORARI Wabup Aulizul minta agar kebutuhan peralatan ini dapat diajukan proposalnya kepada Bupati Tanah Datar.

“Insya Allah bapak Bupati akan mendukung kebutuhan ORARI ini, mengingat kita sudah mempunyai komitmen bahwa segala potensi akan dimanfaatkan untuk menyukseskan Jambore Budaya Serumpun,” tegas Wabup Aulizul.

Wakil Kepala Daerah minta kepada pengurus ORARI agar posko dan segala peralatan yang dibutuhkan dapat disiapkan sedini mungkin, terutama untuk menjalin komunikasi dengan pengakap dan pandu putri Malaysia. Jika kita menggunakan HP, jelas biayanya cukup mahal dan kadang-kadang telepon seluler ini juga mengalami gangguan seperti yang terjadi saat gempa tanggal 30 September 2009.

Khusus tentang posko ORARI dalam rangka menyukseskan Jambore Budaya Serumpun ini, Wabup Aulizul menyarankan agar dapat menggunakan salah satu ruangan di Dinas Budpar Tanah Datar. Disini letaknya cukup strategis, disamping ketinggian juga dapat menggunakan fasilitas lainnya dengan mudah..(Humas/WD)
read more “ORARI TANAH DATAR SIAP SUKSESKAN JAMBORE BUDAYA SERUMPUN”

Pengurus DKC Tanah Datar Masa Ke masa

Album Kenangan Kwarcab Tanah Datar


Waktu Tak Kan Kembali

Kelender

Ketua Mejelis Pembimbing Cabang

Ketua Mejelis Pembimbing Cabang
M. Shadiq pasadioe

Mejelis Pembimbing Cabang

Mejelis Pembimbing Cabang
ZULDAFRI DARMA

Mejelis Pembimbing Cabang

Mejelis Pembimbing Cabang
H. HENDRI ARNIS, B.S.B.A

Ketua Kwartir Cabang Tanah Datar

Ketua Kwartir Cabang Tanah Datar
Drs. Aulizul Suyib

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2006-2011

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2006-2011
Yhohannes Neoldy. ST

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2002-2006

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2002-2006
Naswardi

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1997-2022

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1997-2022
Anton Yondra

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1992-1997

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1992-1997
Bambang Herianto

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode1987-1992

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode1987-1992
Doni Frenky

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1982-1987

Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 1982-1987
Ar Julis

Tinggalkan Jejak

Total Kunjungan

free counters

PLURK

CHATTING !!!

 

Label

Followers

Lencana Facebook